Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 21 Juli 2019

 

 

TKN Apresiasi Imbauan Prabowo yang Minta Pendukung Tak Hadir di MK

TK / Politik / Rabu, 12 Juni 2019, 10:00 WIB

Direktur bidang hukum dan advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan | Foto: ist

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma''ruf mengapresiasi imbauan capres 02 Prabowo Subianto agar pendukungnya tidak hadir di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Khususnya selama persidangan gugatan perselisihan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsung.

"Itu harus dihormati Pak Prabowo memberikan statement itu. Artinya Pak Prabowo tidak menginginkan adanya kekacauan, kegaduhan yang muncuk di publik atau konflik horizontal di masyarakat," kata Direktur bidang hukum dan advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan kepada wartawan, Selasa (11/6/2019).

Ade Irfan menyebut masyarakat tidak usah berbondong-bondong mendatangi gedung MK selama proses tersebut karena stasiun televisi akan menyiarkan langsung. Apalagi semua berita bisa diakses di berbagai media.

"Saya rasa juga masyarakat umum tidak harus berbondong datang ke sana, stasiun televisi akan menyiarkan langsung sidang di MK, sekarang jaman teknologi luar biasa apapun pemberitaan bisa di akses media televisi dan online," ujarnya.

Menurut dia, pernyataan Prabowo yang meminta pendukung tak hadir selama sidang sengketa tersebut perlu mendapatkan apresiasi.

Prabowo disebutnya seorang negarawan dan patriot sehingga para pendukung perlu mematuhi imbauan Ketum Partai Gerindra itu.

"Memang saya percaya Pak Prabowo sebagai orang negarawan, baik sebagai orang yang pasti memikirkan bangsa ini kehidupan bermasyarakat harus menghormati. Saya juga percaya Pak Prabowo sebagai orang yang patriot selalu akan memikirkan supaya kita hidup aman dan tentram, saya percaya itu. Saya menghormati dan mengapresiasi apa yang disampaikan Pak Prabowo itu kepada pendukungnya," jelas Ade.

Prabowo juga meminta para pendukungnya mempercayai proses sidang gugatan hasil Pilpres di MK. Lebih lanjut, Ade Irfan juga mengatakan hakim konstitusi harus diberikan kepercayaan menjalankan tugasnya.

"Memang nanti semua persidangan di MK, kita harus percaya proses kepada majelis hakim memang harus begitu. Kepercayaan itu harus kita berikan kepada mereka, mereka menjalankan tugas sesuai tupoksi. Kalau ada kekhawtiran, persepsi negatif dan kinerja kepada hakim konstitusi, lalu pertanyaan kepada siapa kita percaya mekanisme dan sistem bernegara," tuturnya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya