Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 27 Mei 2019

 

 

TKN Undang BPN Pantau Pusat Hitung Suara TKN Jokowi

EP / Politik / Kamis, 25 April 2019, 10:24 WIB

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto | foto: istimewa

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mengundang dua perwakilan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk memantau pusat hitung yang dikelola TKN.

Tidak hanya BPN, TKN juga mempersilakan tiga pengamat politik didampingi media dan perwakilan mahasiswa untuk melihat pusat hitung suara tersebut.

"Kami undang 5 personel, 2 dari BPN dan 3 dari pengamat politik, dan disaksikan oleh media dan perwakilan mahasiswa, untuk melihat pusat hitung suara kami," kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto kepada wartawan, Kamis (25/4/2019).

Setelahnya, Hasto berharap TKN bisa mampir ke pusat penghitungan suara BPN. Sebab, menurut dia, selama ini BPN terkesan menutup-nutupi proses dan lokasi penghitungan suara mereka.

"Lalu setelah itu giliran kami datang ke pusat hitung BPN. Biar rakyat tahu, mana yang klaim dengan bukti dan pihak mana yang memprovokasi," ujar Hasto.

Hasto menilai sikap BPN yang tidak mau transparan terkait proses penghitungan suara mengindikasikan kebohongan politik. Ia pun meminta BPN berhenti mengklaim kemenangan sepihak tanpa bukti.

"Saya dapat informasi kalau BPN sedang lobi Bawaslu untuk dapatkan dokumen C1. BPN juga tidak kompak menyebutkan tempat di mana rekapitulasi dilakukan," ujar Hasto.

"Karena itulah wajar, apabila publik menuduh bahwa klaim kemenangan yang dilakukan hanyalah tindakan provokasi tanpa bukti. Setop klaim menang sepihak tanpa hasil rekapitulasi," sambungnya.

Hasto berpendapat, dengan masa kampanye yang panjang dan hasil hitung cepat yang bisa dipertanggung jawabkan serta proses rekapitulasi yang akuntabel dan transparan, maka kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin semakin pasti.

Tinggal, dia melanjutkan, menunggu legalitas melalui hasil hitung resmi KPU.

"Energi bangsa sudah terkuras selama delapan bulan. Sudah saatnya curahkan segala daya, bangun kemajuan negeri," katanya. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya