Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Rabu, 18 September 2019

 

 

TPB Harus Hormati HAM Warga Palestina dan Rohingya

TK / Parlemen / Kamis, 11 Juli 2019, 23:00 WIB

Nurhayati Ali Assegaf Di Panggil KPK | Foto: istimewa

JAKARTA - Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau yang populer dikenal Sustainable Development Goals (SDGs) tak akan berarti tanpa menghormati hak asasi manusia (HAM) warga Palestina dan Rohingya.

Itu penting sebagai pemenuhan hak dasar kemanusiaan yang saat ini masih bermasalah di kedua negara tersebut.

Seruan itu disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf pada Konferensi Tingkat Tinggi Women Political Leaders (WPL) 2019 di Tokyo, Jepang, akhir Juni lalu dengan tema “Taking Actions to Advance Society through SDGs”.

Hadir pula bersama Nurhayati, dua Anggota BKSAP lainnya, Dwi Aroem Hediatie (F-PG) danSiti Masrifah (F-PKB).

Sebagai pemimpin delegasi, Nurhayati menegaskan bahwa implementasi dan pencapaian TPB harus inklusif termasuk pemenuhan HAM warga Palestina dan Rohingya.

Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia terus mempertahankan konsistensinya dalam menegakkan HAM seperti diamanatkan konstitusi.

Seruan penegakkan HAM terutama bagi warga Palestina dan Rohingya terus disuarakan Indonesai di berbagai forum internasional.

Di sela KTT tersebut, Nurhayati kembali dipercaya sebagai anggota dewan eksekutif World Political Leaders hingga tahun 2021. KTT WPL 2019 Tokyo ditutup oleh Hanna Kritsjandottir, kepala Dewan Eksekutif WPL.

Dalam penutupan tersebut, Hanna menekankan, perlu ada peningkatan advokasi dalam partisipasi perempuan di segala aspek.

Jika dengan ritme sekarang, Goal 5 berupa kesetaraan gender akan tercapai 207 tahun lagi. Hanna juga mengumumkan bahwa KTT WPL yang akan datang diadakan di New York, Amerika Serikat. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Rabu, 18 September 2019, 10:05 WIB

Komisi III DPR Setujui RUU Permasyarakatan



Selasa, 17 September 2019, 20:46 WIB

Legislator Kritisi Data Penyebab Karhutla oleh BNPB



Selasa, 17 September 2019, 20:41 WIB

Fadli Zon Minta AIPA Lebih Progresif