Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Minggu, 20 September 2020

 

 

Ugo Untoro Gelar Pameran Tunggal Rindu Lukisan Merasuk di Badan di Galeri Nasional

TK / Sosbud / Jumat, 27 Desember 2019, 11:37 WIB

Mahakarya seni persembahan pelukis Ugo Untoro segera hadir dalam pameran tunggal bertajuk “Rindu Lukisan Merasuk di Badan”, di Galeri Nasional Indonesia. | foto: ist

JAKARTA - Mahakarya seni persembahan pelukis Ugo Untoro segera hadir dalam pameran tunggal bertajuk “Rindu Lukisan Merasuk di Badan”, di Galeri Nasional Indonesia.

Mulai tanggal 20 Desember hingga 12 Januari 2020, lebih dari tujuh puluh lukisan Ugo Untoro yang akan dipamerkan.

Koleksi lukisan yang dipamerkan antara lain, seri Sleeping Buddha, seri lukisan, seri hujan, dan versi baru dari lukisan gaya romantis.

Tajuk “Rindu Lukisan Merasuk di Badan” terinspirasi dari judul lagu karya Ismail Marzuki “Rindu Lukisan Mata Memandang”.

Lirik dari lagu tersebut bisa menjadi salah satu jalan untuk menikmati karya-karya Ugo dalam pameran kali ini. Pameran terselenggara atas kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Obah Mamah dan Museum dan Tanah Liat.
 
Pameran lukisan karya Ugo Untoro ini dikuratori oleh Hendro Wiyanto. Menurut Hendro, pameran ini menunjukkan kesinambungan tata rupa dalam khazanah seni Ugo selama beberapa dekade ini.

Dalam proses berkaryanya, Ugo banyak meminjam dan mempelajari gagasan romantisme.

“Saya harus mencari atau menandai peristiwa itu dengan dimulai dari kata atau cara pikir romantisme, saya mencoba semampu saya untuk mengerti, memahami, apa itu arti romantisme,” kata Ugo.

Sebuah ruangan yang berisi perjalanan Ugo Untoro sejak awal ia menjadi seniman hingga hari ini pun turut dipamerkan.

Melalui perjalanan pulang-pergi ke kampung halaman Yogyakarta-Purbalingga, Ugo kerap teringat bahwa dulu ia berangkat dari karya dua dimensi.

Dari sanalah Ugo ingin kembali ke lukisan. Ia kemudian mencoba kembali menekuni dan mencintai seni melukis.
 
Melengkapi pameran karya Ugo, penulis Goenawan Mohamad memberikan catatan. Dalam catatan berjudul “UGO, ZEN, DAN DELACROIX”, Goenawan menuliskan, “Penyair Archibald MacLeish — a poem should not mean, but be: sebuah sajak tak menjadi sajak karena mengemban makna, melainkan karena dia hadir dan tumbuh sebagai dirinya sendiri.

Seperti kanvas-kanvas Ugo: yang membuatnya hidup bukanlah pesan yang diemban, melainkan proses dialektik antara makna dan bukan makna.”

Pameran “Rindu Lukisan Merasuk di Badan” akan dibuka secara resmi pada hari Jumat, 20 Desember 2019, pukul 19.00 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid direncanakan hadir dan membuka pameran. Pameran yang disiapkan sejak bulan November tahun 2018 ini diharapkan dapat terus diperbincangkan, dibawa ke berbagai ruang, dan hasil dari sebuah pameran bisa terus dikembangkan. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya