Follow Us :
Detak.co Facebook Detak.co Facebook Detak.co Facebook

 

Senin, 22 Juli 2019

 

 

Wapres JK Bertemu Wakil PM Malaysia Bahas Kerja Sama Ekonomi

TK / Nasional / Rabu, 15 Mei 2019, 18:40 WIB

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah Wan Ismail di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5/2019). | foto: istimewa

JENEWA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Wan Azizah Wan Ismail di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5/2019).

Pertemuan keduanya digelar di Hotel Beau-Rivage, Jenewa sekitar pukul 10.15 waktu setempat, di sela kunjungan dua pimpinan negara tersebut dalan forum PBB 'Global Platform on Disaster Risk Reduction 2019' di Jenewa, Swiss.

"Kita membicarakan antara lain tentang sikap bersama mengenai (minyak) sawit CPO dengan Eropa. Kalau pun (pelarangan) terjadi, maka kita majukan ke WTO (World Trade Organization)," kata Wapres JK usai pertemuan di Hotel Beau Rivage, Jenewa, Swiss, Rabu (15/5/2019).

Kesepakatan penolakan Indonesia dan Malaysia juga ditindaklanjuti lewat Dubes kedua negara. Sikap bersama ini menurut JK didasari kesamaan Indonesia dan Malaysia sebagai penghasil dan eksportir minyak sawit terbesar.

"(Minyak sawit bagi) Indonesia dan Malaysia (menjadi) salah satu produk yang penting," ujar Wapres JK.

Selain soal minyak sawit, JK dalam pertemuan membahas hubungan bilateral kedua negara.

JK menyampaikan apresiasi atas dukungan Malaysia membantu kelancaran Pemilu serentak 2019. Sebab di Malaysia tercatat ada sekitar 1,5 juta WNI dengan jumlah pemilih yang mencoblos sekitar 600 ribu orang.

Pertemuan Wapres JK dan Wakil PM Malaysia Azizah juga diikuti Menko PMK Puan Maharani, Wamenlu AM Fachir dan Wakil Tetap RI pada PBB Hasan Kleib.

Uni Eropa akan melarang minyak sawit pada 2030. Keputusan ini merupakan kompromi menyusul penolakan Dewan dan Komisi Eropa yang menolak tenggat waktu larangan sawit.

Sebelumnya parlemen Eropa menetapkan akan melarang penggunaan minyak sawit sebagai bahan campuran biodiesel pada 2021. Namun rencana tersebut memicu protes dari kedua negara. (*)

Komentar

 

Berita Lainnya

Senin, 22 Juli 2019, 19:13 WIB

Dua Jemaah Haji Meninggal di Madinah