
PT Bank Jakarta memutuskan mengundur rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika sebelumnya ditargetkan melantai pada awal 2026, kini IPO diproyeksikan baru akan terealisasi pada awal 2027.
JAKARTA — PT Bank Jakarta memutuskan mengundur rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika sebelumnya ditargetkan melantai pada awal 2026, kini IPO diproyeksikan baru akan terealisasi pada awal 2027.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, hingga saat ini perseroan masih berada dalam tahap persiapan intensif untuk memenuhi seluruh persyaratan IPO.
“Kami sekarang sedang persiapan. Mudah-mudahan di awal 2027,” ujar Agus saat ditemui di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Meski mundur dari target awal, Agus menegaskan proses menuju IPO tetap berjalan dan menjadi agenda strategis Bank Jakarta untuk memperkuat struktur permodalan dan tata kelola perusahaan.
Di kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemilik Bank Jakarta untuk terus mendorong perseroan segera melantai di bursa.
Menurut Pramono, selama proses IPO berlangsung, Pemprov DKI aktif berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta jajaran direksi dan komisaris Bank Jakarta.
“Bank Jakarta juga mempersiapkan diri untuk bisa segera IPO. Karena dengan IPO, saya meyakini dengan diawasi oleh publik, maka Bank Jakarta akan menjadi semakin baik,” kata Pramono.
Ia menambahkan, sebagai bank yang saat ini kepemilikannya sepenuhnya berada di tangan Pemprov DKI Jakarta, Bank Jakarta harus dikelola secara profesional dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya menaruh harapan agar Bank Jakarta dikelola secara profesional dan memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi siapa pun yang memanfaatkan Bank Jakarta,” imbuhnya.
Info Detak.co | Minggu, 01 Februari 2026 
