
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta pada triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,52 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Sementara itu, dibandingkan triwulan I-2026 (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Jakarta mengalami pertumbuhan sebesar 1,52 persen.
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja ekonomi Jakarta tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.
Pada triwulan II-2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp1.058,02 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp594,22 triliun.
"Ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan, didorong oleh pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 9,52 persen," ujar Kadarmanto, Rabu (5/8).
Sementara itu, secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 1,52 persen didukung oleh kinerja lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 13,39 persen, serta sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang (PK-P) yang meningkat 7,23 persen.
Dari sisi struktur perekonomian, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor masih menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi Jakarta dengan pangsa 18,24 persen. Adapun dari sisi pengeluaran, struktur ekonomi masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi sebesar 63,24 persen terhadap PDRB Jakarta.
Info Detak.co | Jumat, 07 Agustus 2026 
