
Perekonomian Vietnam menunjukkan kinerja kuat sepanjang tahun 2025 dengan mencatat pertumbuhan hingga 8 persen, meskipun harus menghadapi kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
JAKARTA – Perekonomian Vietnam menunjukkan kinerja kuat sepanjang tahun 2025 dengan mencatat pertumbuhan hingga 8 persen, meskipun harus menghadapi kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Mengutip CNA, Senin (5/1/2025), sejumlah produk Vietnam telah dikenai tarif impor AS sebesar 20 persen sejak Agustus 2025. Namun demikian, kebijakan tersebut tidak menghambat laju ekspor Vietnam yang justru terus meningkat.
Berdasarkan data resmi pemerintah Vietnam, nilai total ekspor negara tersebut sepanjang 2025 naik sekitar 17 persen dan mencapai kurang lebih US$ 475 miliar.
Dari total ekspor tersebut, pengiriman barang ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$ 153 miliar. Angka ini melampaui capaian tertinggi pada 2024 yang berada di level US$ 119,5 miliar.
Kenaikan signifikan ekspor ke AS turut mendorong surplus perdagangan Vietnam dengan Negeri Paman Sam mendekati US$ 134 miliar pada 2025. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan rekor surplus perdagangan pada tahun sebelumnya.
Bahkan, angka tersebut melebihi data badan statistik AS yang mencatat surplus perdagangan Vietnam mencapai US$ 129,5 miliar hingga September 2025.
Kondisi ini didorong oleh posisi strategis Vietnam sebagai salah satu mata rantai penting dalam rantai pasok global, khususnya untuk produk elektronik, tekstil, alas kaki, serta berbagai komoditas lainnya.
Info Detak.co | Rabu, 07 Januari 2026 
