
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap rencana pemanfaatan arus laut sebagai sumber pembangkit listrik nasional.
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap rencana pemanfaatan arus laut sebagai sumber pembangkit listrik nasional. Program ini telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Indonesia memiliki potensi besar energi kelautan yang perlu dimaksimalkan. Potensi energi laut nasional diperkirakan mencapai 63 gigawatt (GW).
Dalam RUPTL tersebut, pemerintah menargetkan pemanfaatan energi arus laut sebesar 0,04 GW atau setara 40 megawatt (MW). Pengembangan awal direncanakan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kapasitas masing-masing 20 MW.
Eniya menjelaskan bahwa pembangkit listrik tenaga arus laut mulai dimasukkan dalam perencanaan tahun ini sebagai langkah diversifikasi sumber energi bersih. Selain energi laut, pemerintah juga menyoroti potensi besar panas bumi serta tenaga surya yang diperkirakan mencapai 3.600 GW.
Menurutnya, kekayaan sumber energi terbarukan tersebut menjadi keunggulan Indonesia dibanding sejumlah negara lain yang hanya mengandalkan energi surya, angin, atau hidro. Pemerintah pun berkomitmen mengoptimalkan potensi tersebut guna memperkuat bauran energi nasional.
Info Detak.co | Selasa, 24 Februari 2026 
