IHSG Merosot 35% Sepanjang 2026 dan Rupiah Tembus Rp18.000, Menkeu Salahkan Persepsi Negatif Pasar
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam sebesar 35,30% sepanjang tahun 2026, hingga terdampar di level 5.594,76. Padahal, indeks saham acuan domestik ini sempat mencatatkan rekor tertinggi sejarah (all-time high) di posisi 9.100-an pada awal tahun sebelum akhirnya berbalik arah dan mengalami tren penurunan yang signifikan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kejatuhan bursa saham domestik ini murni didorong oleh faktor eksternal berupa kepanikan psikologis pasar dan persepsi negatif yang berlebihan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Purbaya menegaskan bahwa sentimen buruk tersebut tidak mencerminkan realitas objektif, karena indikator fundamental ekonomi nasional tetap menunjukkan pertumbuhan yang solid.

Disparitas Antara Sentimen Pasar dan Realitas Fiskal

Kementerian Keuangan menyoroti adanya kesenjangan yang lebar antara penilaian pelaku pasar modal dengan data riil di lapangan:

  • Kondisi Fiskal Riil: Purbaya menjamin postur APBN berada dalam posisi yang aman dan sehat. Aktivitas ekonomi riil di berbagai sektor masyarakat juga terpantau terus mengalami peningkatan volume yang dinamis.

  • Dampak Isu Destruktif: Munculnya narasi miring yang mengeklaim ekonomi Indonesia berada di ambang kehancuran telah memicu hilangnya kepercayaan (loss of confidence) dari para pemegang modal, sehingga mendorong aksi jual massal yang tidak rasional.

Rupiah Sentuh Rp18.000 dan Sinergi Mitigasi Bersama BI

Tekanan hebat di pasar modal ini berjalan beriringan dengan pelemahan di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah melemah hingga menembus level psikologis baru di posisi Rp18.036 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026).

Guna mengeliminasi persepsi destruktif tersebut sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi, Kemenkeu berkomitmen untuk memperketat jalinan kerja sama dengan Bank Indonesia (BI). Harmonisasi ini diharapkan dapat mengirimkan sinyal positif yang kuat untuk menenangkan kekhawatiran para investor.

Catatan Perdagangan dan Arus Modal Asing

Berdasarkan data perdagangan bursa, dalam kurun waktu sepekan terakhir saja, IHSG telah mengalami koreksi mendalam sebesar 8,69% (anjlok dari level 6.127,381 ke posisi 5.594,765). Keluar dari pasar keuangan dalam negeri, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp3,73 triliun dalam seminggu, yang menggenapi total pelarian modal asing (capital outflow) menjadi Rp61,36 triliun di sepanjang tahun 2026.