Lewat IPO, Bank Jakarta Incar Dana Segar Rp 3 Miliar dab Naik Kelas ke KBMI 3
Target IPO Bank Jakarta sejatinya merupakan amanat langsung dari Gubernur DKI Jakarta. Pramono menilai, transformasi Bank Jakarta akan berjalan lebih optimal ketika bank tersebut berstatus sebagai perusahaan terbuka.�

JAKARTA - Melalui IPO, Bank Jakarta menargetkan dana segar sekitar Rp 3 miliar. Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mendukung rencana perseroan naik kelas dari KBMI 2 ke KBMI 3.

Sebagai informasi, KBMI 3 merupakan kategori bank dengan modal inti Rp 14 triliun hingga Rp 70 triliun, sementara KBMI 2 memiliki modal inti di kisaran Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyambut positif rencana Bank Jakarta untuk naik kelas melalui IPO. Menurutnya, penguatan modal inti akan berdampak langsung pada daya saing dan kontribusi bank terhadap perekonomian. 

“Yang namanya bank itu size does matter. Kalau ukurannya tidak memadai, bank itu juga akan susah mengeliat,” ujar Dian.

IPO Dinilai Jadi Kunci Transformasi Bank Jakarta

Target IPO Bank Jakarta sejatinya merupakan amanat langsung dari Gubernur DKI Jakarta. Pramono menilai, transformasi Bank Jakarta akan berjalan lebih optimal ketika bank tersebut berstatus sebagai perusahaan terbuka. 

“Saya termasuk yang percaya, untuk mengelola bank seperti Bank Jakarta akan lebih baik jika diawasi secara terbuka oleh publik,” tegas Pramono.

Dengan rencana IPO pada awal 2027, Bank Jakarta diharapkan mampu memperkuat permodalan, meningkatkan transparansi, serta bertransformasi menjadi bank daerah yang lebih kompetitif di tingkat nasional.