OJK Nilai Peluang IHSG Sentuh 10.000 Terbuka Jika Fundamental Ekonomi Kuat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 10.000 pada tahun ini.

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level 10.000 pada tahun ini. OJK menilai target tersebut masih berada dalam koridor yang memungkinkan untuk dicapai.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyebut bahwa pencapaian IHSG di level 10.000 bukanlah hal yang mustahil, asalkan ditopang oleh kondisi fundamental ekonomi nasional yang kuat serta meningkatnya peran investor domestik.

"Tentunya bila mana fundamental ekonomi Indonesia itu solid dan juga peran investor domestik itu meningkat, rasanya level tersebut bukan tidak mungkin untuk dapat tercapai," ujar Inarno dalam RDKB Desember yang disiarkan secara daring, Jumat (9/1/2026).

Namun demikian, Inarno menegaskan bahwa penguatan IHSG harus bersandar pada pondasi ekonomi yang sehat. Ia juga menyoroti pentingnya kontribusi investor domestik, baik dari kalangan ritel maupun institusi, agar pasar modal Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik.

Selain faktor fundamental emiten, pergerakan IHSG turut dipengaruhi oleh berbagai dinamika, baik dari dalam negeri maupun kondisi global. Karena itu, investor diimbau tidak semata-mata berfokus pada target angka indeks, tetapi juga memahami situasi dan risiko yang ada.

"Dan tentunya kami tidak pernah jemu-jemu untuk selalu mengingatkan bahwa keputusan dalam berinvestasi tetap perlu diiringi dengan kewaspadaan dan juga pengelolaan risiko yang baik," tambah Inarno.

Dari sisi regulator, OJK berkomitmen untuk menjaga pasar modal tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Upaya ini dilakukan dengan membangun ekosistem pasar yang sehat dan berintegritas, sehingga pertumbuhan indeks dan instrumen investasi lainnya dapat berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya didorong oleh sentimen jangka pendek.

Inarno juga kembali menekankan arahan Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, saat pembukaan perdagangan bursa tahun 2026. Terdapat tiga kebijakan utama yang menjadi perhatian untuk memperkuat pasar saham ke depan.

"Antara lain adalah peningkatan kualitas emiten, free float, dan juga peningkatan peran investor institusi baik global maupun domestik," imbuh Inarno.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada tahun ini. Optimisme tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan ekonomi yang dinilai akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pelaku pasar siap-siap saja, tahun ini (IHSG) 10.000 itu bukan angka yang mustahil dicapai. (Dasarnya) dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu," kata Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).