
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascaserangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perusahaan memastikan aspek keselamatan pekerja dan kelangsungan operasional tetap menjadi prioritas utama.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa seluruh pekerja, armada, dan kegiatan operasional di kawasan Timur Tengah dipantau secara intensif. Mitigasi risiko telah disiapkan, termasuk koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI, serta otoritas setempat guna menjaga keamanan kru dan kelancaran operasional.
Pertamina memastikan seluruh lini bisnis, mulai dari pengadaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG domestik, tetap berjalan optimal dan terkendali. Perusahaan juga memetakan tiga unit strategis yang terdampak dinamika kawasan, yakni PT Pertamina International Shipping untuk pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP yang beroperasi di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari Timur Tengah.
Sebagai perusahaan energi terintegrasi, Pertamina mengandalkan diversifikasi sumber pasokan dari dalam dan luar negeri untuk menjaga fleksibilitas suplai di tengah situasi geopolitik. Optimalisasi kilang domestik juga dilakukan guna memastikan ketersediaan crude, BBM, dan LPG tetap aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat.
Info Detak.co | Rabu, 04 Maret 2026 
