Prabowo Tekankan Pengawasan Ketat terhadap BPI Danantara
Presiden Prabowo Subianto

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan yang baik terhadap sovereign wealth fund agar tidak mengalami kerugian. Ia mencontohkan bahwa banyak dana investasi negara, bahkan di negara-negara kaya, mengalami kerugian karena manajemen yang tidak optimal.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam peringatan satu tahun berdirinya Badan Pengelolaan Investasi Danantara yang digelar di Wisma Danantara Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa lembaga pengelola investasi negara tersebut akan diawasi secara ketat oleh berbagai lembaga negara.

Menurut Prabowo, pengawasan terhadap Danantara melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dewan Pengawas yang diisi oleh para menteri koordinator. Selain itu, lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta aparat penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan juga akan turut memantau pengelolaannya.

Ia juga mengungkapkan telah menunjuk beberapa utusan khusus presiden dan mempertimbangkan penempatan utusan khusus di berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini bertujuan untuk memastikan aset negara dikelola dengan baik dan tidak disalahgunakan.

Prabowo menegaskan bahwa BUMN merupakan sumber kekuatan ekonomi Indonesia sehingga harus dijaga dengan pengawasan yang kuat. Ia juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan persatuan dan kerja keras.