Survei 800 Titik SPPG oleh DEN: Program MBG Sukses Serap 99% Pekerja Lokal dan Gerakkan UMKM Daerah
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan untuk memaparkan hasil survei independen terkait tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Luhut menegaskan bahwa peninjauan ini dilakukan secara profesional di 800 titik SPPG demi menjaga kredibilitas dan keakuratan data yang dilaporkan langsung kepada Kepala Negara.

Pertemuan strategis pada Selasa sore (9/6/2026) tersebut turut dihadiri oleh jajaran anggota DEN lainnya, seperti Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.

Metode Sampling dan Terbentuknya Ekosistem Pasokan Lokal

Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa 800 titik sampel survei dipilih secara acak melalui sistem komputerisasi (random sampling) untuk menjamin keterwakilan data yang valid. Cakupan riset ini membentang hingga ke wilayah luar Jawa, termasuk Nias Selatan, Halmahera, hingga Papua, sehingga mampu merepresentasikan total populasi SPPG yang ada di Indonesia.

Hasil survei tersebut menyingkap sejumlah indikator positif yang selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam menggerakkan ekonomi arus bawah:

  • Kemitraan UMKM: Sebanyak 86,9% SPPG terbukti telah menggandeng minimal satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi operasional sebagai pemasok bahan baku makanan.

  • Rata-rata Mitra Logistik: Secara akumulatif, setiap unit SPPG rata-rata mempekerjakan 3 UMKM lokal sebagai penyedia komoditas.

  • Sirkulasi Ekonomi Daerah: Sekitar 64% hingga 65% dari total UMKM yang terlibat berada dalam cakupan administratif kabupaten yang sama dengan titik koordinat SPPG. Hal ini menandai terbentuknya ekosistem rantai pasok (supply chain) baru yang mandiri di tingkat daerah.

Penyerapan Tenaga Kerja dan Kontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Selain menghidupkan sektor usaha kecil, proyeksi dampak sosial-ekonomi dari program MBG ini juga terlihat pada optimalisasi sumber daya manusia setempat. DEN mencatat bahwa hampir 99% tenaga kerja yang direkrut oleh unit dapur pelayanan merupakan warga lokal yang tinggal di sekitar lingkungan SPPG, dengan tingkat kepuasan performa UMKM berada di atas angka 70%.

Bauran stimulus ekonomi dari program MBG ini dinilai berkontribusi nyata sebagai salah satu mesin pendorong utama yang membawa angka pertumbuhan ekonomi nasional meroket hingga menyentuh level 5,61%.

Catatan Rekomendasi: Akses Permodalan Kerja

Meski mencatatkan rapor yang impresif, DEN memberikan nota rekomendasi krusial kepada pemerintah pusat untuk melakukan intervensi lanjutan. Sektor yang perlu ditingkatkan adalah penyediaan skema bantuan permodalan yang ramah bagi UMKM pemasok. Bantuan modal kerja yang lebih kuat dinilai sangat penting agar para pelaku usaha lokal memiliki kapasitas logistik yang lebih besar, mandiri, serta mampu memasok variasi komoditas pangan yang lebih beragam demi pemenuhan gizi anak-anak sekolah.