
SURABAYA-Sejumlah proyek pengembangan Sinarmas Land di wilayah Surabaya Raya berjalan lancar dan prospektif. Selain faktor lokasi strategis dan pengelolaan kawasan properti yang prima, sebagian terbantu berkat kebijakan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam bentuk pelebaran jalan ruas Wiyung-Lakarsantri di Surabaya Barat dan pembebasan pajak PPN yang ditanggung pemerintah atau PPNDTP. Salah satunya adalah township Wisata Bukit Mas atau WBM di kawasan premium Surabaya Barat.
“Pengembangan WBM memang dibantu pemerintah yang akses jalannya sudah lancar dan pembangunan rumah yang dibangun serentak, sehingga customer mendapatkan hunian yang ideal dari sisi akses maupun pengelolaan kawasan yang tertata,” papar Hario Utomo, Sales & Promotion Division Head East Indonesia Sinar Mas Land kepada media, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya, rumah di WBM membidik segmen pada middle class dengan kisaran harga mulai Rp2,8 sampai Rp3,4 milyar. “Kita juga punya komersial yang terkena dampak positif dari pelebaran Jalan Wiyung yang dilakukan Pemkot Surabaya menuju ke Lakarsantri dan Menganti, sehingga akses ke komersial WBM semakin premium dan tidak lagi harus bermacet-macetan,” ujar Hario.
“Pelebaran jalan ini membuat penjualan kita naik sekitar 250 persen tahun lalu ketika pelebaran jalan pertama kali dioperasikan. Kita siapkan 75 unit untuk cluster Chester tahap 2 dengan progress dan penjualan melebihi target. Kita juga senantiasa menjaga supaya kawasan tetap nyaman dihuni oleh pengguna. Cluster Chester berdiri di atas lahan 100 hektare dan dikelilingi oleh 18 cluster lain di WBM yang sudah beroperasi dan sangat dekat dengan berbagai fasilitas seperti mall, sekolah internasional hingga kampus-kampus papan atas di Surabaya,” lanjut Christie Veronica, Surabaya Division Head Sinar Mas Land.
Christie mengungkapkan cluster Chester tidak jauh dari gerbang utama WBM. Cluster Chester juga satu satunya cluster di WBM yang memiliki private club house dengan sistem one gate yang didesain sangat mewah.
“Pencapaian penjualan kita tahun ini sudah mencapai 90 persen dengan sweetener PPNDTP. Saatnya sekarang membeli properti khususnya di WBM. Apalagi profil investor kita rata-rata adalah end user, bukan investor serta ditopang oleh segmen properti kita yang kelas menengah, bukan menengah bawah, sehingga tidak terlalu terdampak oleh fluktuasi dinamika ekonomi global saat ini,” ucap Christie.
“Walaupun ada tekanan global, tetapi minat customer untuk walk in datang ke proyek proyek Sinarmas Land di Surabaya tetap tinggi. Gejolak politik juga tidak terlalu terasa di Surabaya yang merupakan kota yang liveable city-nya bagus,” pungkasnya. (*)
Info Detak.co | Jumat, 17 Juli 2026 
