
Ilustrasi Bendera Palestina.
JAKARTA - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, menaruh harapan besar agar masyarakat Indonesia suatu saat nanti dapat menunaikan ibadah salat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Doa tersebut disampaikannya pada momen peresmian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Abdulfattah menegaskan bahwa kemerdekaan negara dan pembebasan Masjid Al-Aqsa—yang merupakan tempat suci ketiga umat Islam—tetap menjadi tujuan mutlak. Perjuangan tersebut tidak akan pernah surut meski rakyat Palestina terus menghadapi konflik dan tekanan selama puluhan tahun.
"Kami pernah salat di Masjid Al-Aqsa lebih dari seribu kali. Mimpi saya adalah melihat kalian, rakyat Indonesia, suatu hari salat di Masjid Al-Aqsa," tutur Dubes Abdulfattah.
Kekuatan Doa Indonesia dan Solidaritas Global
Dalam pidatonya, Dubes Abdulfattah menyoroti tren peningkatan dukungan masyarakat internasional yang mencerminkan penolakan dunia terhadap tindakan Israel. Ia juga secara khusus menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bantuan moral dari rakyat Indonesia:
-
Bantuan Doa Masyarakat Indonesia: "Doa kalian menguatkan kami semua rakyat Palestina. Bantuan terbesar kalian adalah doa. Tanpa doa dan dukungan dari kalian, rakyat Indonesia, mungkin kami tidak bisa sampai saat ini," katanya.
-
Sikap Terhadap Pemilu Israel: Dinamika politik internal maupun pergantian kepemimpinan di Israel dipandang tidak akan mengubah atau menyurutkan tekad kemerdekaan bangsa Palestina. "Yang menang dalam pemilu adalah bangsa Palestina," tegasnya.
Info Detak.co | Minggu, 01 November 2026 
