AS Berencana Bom Fasilitas Sipil, Militer Iran Ancam Ratakan Seluruh Infrastruktur di Kawasan
Ilustrasi Bendera Iran.

JAKARTA - Militer Iran melayangkan ancaman keras akan menghancurkan seluruh infrastruktur penting di kawasan Timur Tengah tanpa tersisa jika fasilitas di dalam negeri mereka berani diserang. Gertakan ini diluncurkan sebagai respons langsung setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan rencana untuk memperluas skala gempuran militer terhadap Iran pada pekan depan dengan menyasar infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan jaringan pembangkit listrik.

Juru bicara Markas Besar Militer Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, mengecam keras ancaman Trump dan menyebut pemerintahan AS sebagai rezim kriminal yang terus memproduksi tindakan melanggar hukum internasional.

"Jika ancaman kosong baru-baru ini oleh presiden AS agar militer Amerika menyerang infrastruktur Republik Islam benar-benar dilaksanakan, maka semua yang, karena pengendalian diri Iran, selama ini tetap utuh — yakni, semua infrastruktur di seluruh wilayah — akan hancur di bawah serangan keras angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat, sedemikian rupa sehingga tidak akan ada jejaknya yang tersisa, seolah-olah tidak pernah ada," tegas Zolfaqari seperti dikutip dari media nasional Iran, Press TV, Kamis (16/7/2026).

Selat Hormuz Harga Mati dan Janji Serangan Destruktif

Zolfaqari menegaskan bahwa Teheran memiliki kalkulasi militer yang matang dan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi negara asing seperti AS untuk ikut campur di kawasan Selat Hormuz. Jalur maritim strategis perdagangan dunia tersebut diklaim sebagai garis merah yang tidak dapat ditawar dan mutlak berada di bawah pengaruh Republik Islam tersebut.

Pihak militer Iran memastikan bahwa apabila perang terbuka benar-benar eskalatif, mereka tidak akan menerapkan doktrin serangan balasan yang setara (proporsional), melainkan doktrin serangan yang jauh lebih unggul, masif, dan destruktif.

"Biarkan musuh yang bodoh itu tahu: bagi kami, momen aksi epik bukanlah momen untuk menahan diri. Apa yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran bukanlah serangan yang setara; itu adalah serangan yang lebih unggul. Serangan akan lebih intens, luas, dan destruktif daripada sebelumnya. Kemarahan bangsa yang tidak pernah menyerah akan membakar agresor," tambah Zolfaqari.

Klaim IRGC Hancurkan Pangkalan AS di Bahrain

Ketegangan di lapangan dilaporkan sudah mulai memanas pada hari yang sama. Departemen Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis pernyataan resmi bahwa satuan Angkatan Laut mereka telah meluncurkan operasi ofensif yang diklaim sukses menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Sheikh Isa, Bahrain.

Pihak IRGC mengklaim serangan dahsyat tersebut berhasil melumpuhkan instalasi vital milik militer AS di pangkalan tersebut, yang meliputi:

  • Penghancuran total pada sistem radar pengawasan udara.

  • Pelemahan sistem kontrol lalu lintas udara pangkalan.

  • Penghancuran stasiun pompa bahan bakar utama yang berfungsi memasok energi bagi pesawat-pesawat tempur musuh.