Babak Baru Perdamaian: AS dan Iran Memulai Negosiasi di Islamabad, Pakistan
Harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah mulai muncul setelah perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Iran secara resmi memulai negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan.

JAKARTA - Harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah mulai muncul setelah perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Iran secara resmi memulai negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan. Berdasarkan laporan dari kantor berita Iran seperti Fars dan Tasnim pada Sabtu (11/4/2026), keputusan untuk berunding diambil menyusul adanya kemajuan dalam pembicaraan pendahuluan serta tren penurunan intensitas serangan militer di wilayah Beirut Selatan, Lebanon. Kantor Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, turut mengonfirmasi dimulainya dialog penting ini guna meredakan ketegangan yang telah mengguncang stabilitas global selama beberapa bulan terakhir.

Proses negosiasi bersejarah ini dilangsungkan di Hotel Serena, sebuah hotel bintang lima yang dikenal sebagai salah satu bangunan dengan pengawalan paling ketat di Islamabad. Meskipun Islamabad pernah memiliki sejarah serangan keamanan di masa lalu, Hotel Serena dipilih karena arsitektur Moorish-nya yang indah menyembunyikan sistem keamanan berlapis dan terorganisir. Lokasinya yang strategis—berdekatan dengan zona diplomatik, Gedung Parlemen, dan kediaman Perdana Menteri—menjadikannya tempat ideal untuk menjamin privasi serta keselamatan para delegasi tinggi dari kedua negara.

Mantan pejabat kepolisian Islamabad menyebutkan bahwa staf keamanan hotel tersebut sebagian besar merupakan pensiunan petugas keamanan profesional yang terlatih menghadapi tamu VVIP. Selain itu, lahan seluas 6 hektar yang memiliki lebih dari 400 kamar dan berbagai ruang konferensi mampu menampung delegasi gabungan AS-Iran yang berjumlah lebih dari 150 orang. Pengaturan keamanan yang komprehensif serta koordinasi kuat dengan badan intelijen negara menjadi faktor kunci di balik pemilihan lokasi ini untuk mengakhiri krisis energi dan konflik bersenjata di Timur Tengah.