
Israel dan Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan yang menargetkan gedung Majelis Pakar Iran di Kota Qom, Iran.
DENPASAR - Israel dan Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan yang menargetkan gedung Majelis Pakar Iran di Kota Qom, Iran. Lembaga tersebut memiliki kewenangan mengawasi sekaligus memilih Pemimpin Tertinggi Iran.
Selain itu, kantor berita Mehr juga melaporkan adanya serangan udara di sekitar Lapangan Revolusi Teheran. Hingga kini belum ada rincian resmi terkait dampak serangan terhadap gedung Majelis Pakar tersebut.
Sebelumnya, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan militer AS dan Israel. Majelis Pakar kini bertanggung jawab menentukan pengganti Khamenei. Lembaga ini beranggotakan 88 ulama yang dipilih setiap delapan tahun, meskipun dalam praktiknya hanya kandidat yang dinilai loyal terhadap Republik Islam yang dapat mencalonkan diri.
Konstitusi Iran mengatur agar Pemimpin Tertinggi yang baru segera dipilih. Pada 1989, Khamenei sendiri ditunjuk pada hari yang sama saat Ruhollah Khomeini wafat.
Namun, situasi keamanan akibat serangan membuat proses pengumpulan seluruh anggota majelis dinilai tidak mudah. Untuk sementara, kewenangan Pemimpin Tertinggi dijalankan oleh presiden, ketua lembaga kehakiman, serta seorang ulama anggota Dewan Garda.
Di sisi lain, serangan yang terus berlangsung mendorong ratusan warga Iran mengungsi ke Pakistan. Media internasional melaporkan sedikitnya 300 warga Iran tiba di Provinsi Balochistan, wilayah Pakistan yang berbatasan langsung dengan Iran dan dikenal sebagai daerah dengan dinamika keamanan yang kompleks.
Info Detak.co | Rabu, 04 Maret 2026 
