
Kebakaran hutan di Eropa. Foto: HANS KLUGE/X
PARIS - Kebakaran hutan yang melanda wilayah barat daya Prancis dan sejumlah kawasan di Spanyol terus meluas, memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka. Bencana ini menjadi salah satu gelombang kebakaran terbesar yang terjadi di Eropa pada musim panas tahun ini, di tengah kondisi kekeringan berkepanjangan dan suhu ekstrem yang diperparah oleh perubahan iklim.
Di Prancis, kobaran api bergerak dari kawasan pesisir menuju wilayah pedalaman di sekitar Bordeaux. Hingga akhir pekan, sekitar 197.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes sebagai langkah antisipasi terhadap meluasnya kebakaran.
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, menyebut skala kebakaran kali ini belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah memperkirakan proses pemadaman akan berlangsung panjang mengingat kondisi cuaca yang masih mendukung penyebaran api.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan titik api telah mendekati wilayah sekitar 30 kilometer dari Bordeaux. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan menuju kawasan terdampak, baik melalui jalur darat maupun kereta api.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, pemerintah Prancis mengerahkan personel militer guna membantu petugas pemadam kebakaran. Pesawat angkut militer A400M juga diterjunkan untuk melakukan pengeboman air di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau dari darat.
Data Reuters Climate Monitor menunjukkan suhu maksimum rata-rata di wilayah Prancis yang terdampak kebakaran sepanjang Juli mencapai 32,2 derajat Celsius, atau sekitar 7,3 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 1961–1990. Kondisi tersebut dinilai mempercepat penyebaran api dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Di Spanyol, situasi serupa terjadi di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Madrid. Tiga kebakaran besar yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mendorong pemerintah menetapkan keadaan darurat nasional terkait kebakaran hutan untuk pertama kalinya.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan seorang pria lanjut usia meninggal dunia akibat kebakaran semak di wilayah dekat Valencia setelah ditemukan di dalam mobilnya. Sementara itu, sekitar 88.000 warga dievakuasi atau diminta tetap berada di rumah akibat kebakaran yang masih berlangsung.
Pemerintah Spanyol juga memperkuat operasi pemadaman melalui bantuan internasional. Empat pesawat pengebom air dari Italia dan Yunani dijadwalkan bergabung dengan armada pemadam yang sebelumnya telah mendapat dukungan dari Belanda dan Portugal.
Selain menghanguskan kawasan permukiman dan hutan, kebakaran juga mengganggu aktivitas transportasi. Di Prancis, Bandara Bordeaux masih beroperasi, namun sejumlah layanan kereta api dan bus menuju wilayah tersebut mengalami gangguan akibat kedekatan titik api.
Di Madrid, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan karena tingginya konsentrasi asap. Warga diminta menghindari aktivitas fisik di luar rumah serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di area yang terdampak asap kebakaran.
Gelombang kebakaran yang melanda Prancis dan Spanyol kembali menyoroti meningkatnya ancaman cuaca ekstrem di Eropa. Pemerintah kedua negara terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menekan penyebaran api sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak.
Info Detak.co | Senin, 27 Juli 2026 
