
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengklaim bahwa AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai pada hari Senin (20/4/2026) di Islamabad, Pakistan.
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengklaim bahwa AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai pada hari Senin (20/4/2026) di Islamabad, Pakistan. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News, di mana ia sebelumnya telah memberikan ancaman keras untuk menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan gagal tercapai. Untuk mendukung langkah ini, Trump telah mengutus delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari Wakil Presiden JD Vance, Steve Witkoff, dan Jared Kushner menuju Islamabad untuk memulai putaran negosiasi baru.
Namun, klaim optimis Trump berbanding terbalik dengan respons dari pihak Teheran. Hingga berita ini diturunkan, Iran belum mengonfirmasi kehadiran delegasi mereka dan menyatakan bahwa saat ini "tidak ada rencana" untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut. Media pemerintah Iran, IRIB dan IRNA, menyoroti bahwa hambatan utama terletak pada blokade pelabuhan oleh militer AS yang masih berlangsung serta tuntutan Washington yang dianggap tidak realistis. Suasana negosiasi pun semakin keruh setelah adanya insiden penembakan kapal Iran oleh kapal perusak Amerika pada hari Minggu sebelumnya.
Pihak Iran melalui kantor berita Fars dan Tasnim menegaskan bahwa pencabutan blokade total merupakan prasyarat mutlak sebelum negosiasi dapat membuahkan hasil. Meskipun Pakistan telah berupaya menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi sejak kontak diplomatik pertama mereka pasca-1979 pada awal April lalu, prospek perdamaian saat ini dinilai belum memiliki kepastian yang jelas. Dengan berakhirnya masa gencatan senjata yang kian dekat, dunia internasional kini menanti apakah diplomasi di Islamabad ini akan berakhir dengan dokumen kesepakatan atau justru eskalasi konflik yang lebih besar.
Info Detak.co | Selasa, 21 April 2026 
