.jpeg)
Infrastruktur vital di Iran, khususnya sektor air dan energi, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat rangkaian serangan udara dan siber yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
JAKARTA - Infrastruktur vital di Iran, khususnya sektor air dan energi, dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat rangkaian serangan udara dan siber yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Menteri Energi Iran, Abbas Aliabadi, mengungkapkan bahwa agresi tersebut secara spesifik menargetkan puluhan fasilitas transmisi, instalasi pengolahan air, serta menghancurkan jaringan pasokan air utama yang sangat krusial bagi kebutuhan publik. Menurut laporan kantor berita ISNA pada Minggu (22/3/2026), kerusakan berat ini merupakan buntut dari eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan pada akhir Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, hingga akhirnya menyeret seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam kancah peperangan.
Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras pada Minggu (22/3), yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali dalam waktu 48 jam. Jalur perairan strategis tersebut, yang biasanya menjadi urat nadi bagi 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia, kini hampir berhenti beroperasi total sejak pecahnya perang. Pasukan Iran dilaporkan telah menyerang beberapa kapal yang dianggap mengabaikan peringatan untuk tidak melintasi jalur tersebut, sebagai bentuk kendali atas wilayah perairan mereka.
Sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan Amerika Serikat, Iran menerapkan kebijakan selektif dengan hanya mengizinkan kapal dari negara-negara sahabat untuk melintas, sembari memblokir akses bagi negara yang dianggap terlibat dalam agresi terhadap mereka. Teheran juga memberikan ancaman balasan yang sangat serius dengan menargetkan infrastruktur energi dan pabrik desalinasi (pengolahan air laut) di seluruh wilayah Timur Tengah jika serangan terhadap fasilitas domestik mereka terus berlanjut. Kondisi ini menempatkan ketahanan energi dan ketersediaan air bersih di kawasan tersebut dalam risiko yang sangat mengkhawatirkan.
Info Detak.co | Minggu, 22 Maret 2026 
