Krisis Kemanusiaan Lebanon: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 2.000 Warga Sejak Maret
Eskalasi serangan militer Israel di Lebanon telah memicu krisis kemanusiaan yang sangat berat dengan jumlah korban jiwa yang terus melonjak.

JAKARTA - Eskalasi serangan militer Israel di Lebanon telah memicu krisis kemanusiaan yang sangat berat dengan jumlah korban jiwa yang terus melonjak. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon yang dilansir pada Senin (13/4/2026), tercatat sebanyak 2.089 orang tewas terhitung sejak dimulainya rentetan serangan pada 2 Maret lalu. Selain korban meninggal, otoritas setempat juga melaporkan dampak luka-luka yang masif di kalangan warga sipil, dengan pernyataan resmi yang menyebutkan, "Setidaknya 6.762 orang lainnya terluka."

Hingga saat ini, militer Israel dilaporkan masih terus melancarkan operasi serangan besar-besaran yang mencakup berbagai wilayah di Lebanon. Laporan lapangan menunjukkan bahwa serangan udara telah menghantam kota Sahmar di Lembah Bekaa, wilayah timur Lebanon. Selain itu, penggunaan pesawat tak berawak (drone) juga menyasar pemukiman di wilayah selatan, termasuk kota Hanawiya, Al-Shahabiya, dan Sayr al-Gharbiya, yang memperluas jangkauan kerusakan di zona pemukiman warga.

Kondisi di Lebanon Selatan semakin mencekam dengan adanya tambahan serangan artileri yang diarahkan ke kota Bint Jbeil. Intensitas serangan yang merata di titik-titik strategis maupun pemukiman ini menyebabkan mobilitas warga lumpuh dan layanan kesehatan semakin tertekan. Masyarakat internasional terus memantau situasi ini di tengah kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut, mengingat upaya negosiasi yang masih menemui jalan buntu.