
Photo by Amos Ben Gershom, GPO
GAZA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi pasukan militernya yang ditempatkan di Jalur Gaza pada Rabu (2/9) waktu setempat. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan menarik pasukannya dari wilayah yang telah dikuasai militernya.
Kunjungan ini berlangsung di tengah dorongan para mediator agar Israel dan Hamas melanjutkan tahapan rencana perdamaian Gaza yang didukung Amerika Serikat (AS).
Dilansir AFP, Kamis (3/9/2026), kunjungan tersebut menjadi yang pertama bagi Netanyahu ke Jalur Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas diberlakukan pada Oktober 2025. Konflik berkepanjangan sebelumnya menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah Gaza.
Netanyahu mendatangi posisi tentara Israel di kawasan yang disebut Yellow Line. Garis tersebut menjadi batas antara area Gaza yang berada di bawah kendali Hamas dan wilayah yang dikuasai militer Israel.
Di hadapan pasukannya, Netanyahu menyatakan Israel akan mempertahankan posisi militernya.
"Kita menguasai area ini. Kita tidak akan mundur. Kita tetap bertahap di garis ini," kata Netanyahu.
Ia juga mengklaim militer Israel kini menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza. Menurutnya, operasi terhadap kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi Israel akan terus dilakukan.
"Kita menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza, dan kita tidak akan berhenti, karena kita terus melenyapkan para teroris yang mengancam kita, hari demi hari," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika tekanan internasional meningkat agar Israel dan Hamas segera memasuki tahap lanjutan dari rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan, Israel disebut masih melancarkan serangan dan memperluas pergerakan militernya di Gaza dengan alasan ingin menghilangkan ancaman dari Hamas.
Netanyahu sebelumnya menolak dorongan untuk memasuki tahap berikutnya dari rencana perdamaian tersebut. Sikap itu disampaikan setelah Hamas menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan persenjataan.
Netanyahu menegaskan penarikan pasukan Israel baru akan dilakukan setelah Hamas dilucuti dan Gaza tidak lagi dianggap sebagai ancaman keamanan bagi Israel.
"Kita melakukan segala upaya untuk mencapai tujuan kita -- melucuti senjata Hamas dan melakukan demiliterisasi Gaza. Gaza tidak akan lagi menjadi ancaman bagi Israel," katanya.
Netanyahu juga menyatakan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan Israel untuk mencapai tujuan tersebut.
"Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan dan kita akan menyelesaikannya," tegasnya.
Info Detak.co | Jumat, 04 September 2026 
