
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah menyebabkan kehancuran yang meluas pada kekayaan sejarah dan budaya di berbagai wilayah Iran.
TEHERAN - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah menyebabkan kehancuran yang meluas pada kekayaan sejarah dan budaya di berbagai wilayah Iran. Kepala Komite Warisan Budaya Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, melaporkan bahwa sejak agresi dimulai pada akhir Februari, setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya telah menjadi sasaran langsung hingga mengalami kerusakan struktural yang sangat serius. Salah satu kehilangan paling signifikan adalah kerusakan pada Istana Golestan, sebuah mahakarya arsitektur yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Alavi menegaskan skala kerusakan ini dengan menyatakan, "Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung dan mengalami kerusakan struktural yang serius."
Laporan dari WANA News Agency merinci bahwa Provinsi Teheran menjadi wilayah terdampak paling parah dengan lebih dari 50 situs bersejarah yang mengalami kerusakan. Selain Istana Golestan, bangunan ikonik lainnya seperti Istana Saadabad, Istana Marmer, dan Museum Perang (Rumah Teymourtash) juga turut terdampak gempuran. Bahkan, tiga bangunan arsitektur kontemporer penting di ibu kota, termasuk bekas gedung Gendarmerie dan kantor polisi Baharestan, dilaporkan telah hancur total. Tercatat ada sekitar 20 situs yang berstatus warisan nasional yang kini kondisinya memprihatinkan, menambah duka atas hilangnya identitas sejarah di tengah kota yang memiliki ribuan bangunan arsitektur penting tersebut.
Eskalasi perang yang pecah sejak 28 Februari lalu ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga memakan korban jiwa yang sangat besar. Rentetan serangan udara gabungan AS-Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai tindakan balasan, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan posisi militer di Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Aksi saling balas ini terus menimbulkan korban di kedua belah pihak, dengan laporan kematian 13 tentara AS dan ratusan lainnya luka-luka, menciptakan situasi keamanan yang semakin tidak menentu di kawasan Timur Tengah.
Info Detak.co | Jumat, 27 Maret 2026 
