
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
AKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pihaknya tengah berada dalam fase finalisasi negosiasi kesepakatan damai dengan Iran guna mengakhiri perang yang telah berkecamuk sejak Februari 2026. Konflik bersenjata antara kedua negara tersebut selama ini telah mencekik pasar energi internasional dan memicu lonjakan inflasi domestik AS ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui platform Truth Social, Trump mengklaim telah melakukan koordinasi intensif via telepon dari Ruang Oval dengan para pemimpin kunci di kawasan Timur Tengah—termasuk Arab Saudi, UEA, Israel, hingga Turki—untuk menyelaraskan persyaratan damai dengan pihak Teheran. Salah satu poin paling krusial dari draf perjanjian ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur logistik maritim vital yang menjadi tulang punggung pasokan minyak dunia.
Saling Bantah Terkait Kontrol Selat Hormuz
Meskipun Trump optimistis kesepakatan akan segera diumumkan dalam waktu dekat, terdapat perbedaan narasi yang tajam antara Washington dan Teheran terkait teknis di lapangan:
-
Klaim Amerika Serikat: Trump menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz secara bebas merupakan bagian utama dari deliverables perjanjian damai yang sebagian besar telah dinegosiasikan.
-
Bantahan Pihak Iran: Kantor berita resmi Iran, Fars, langsung membantah pernyataan Trump. Mengacu pada draf teks terbaru yang dipertukarkan kedua negara, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali dan pengelolaan mutlak Republik Islam Iran, bukan dibuka secara sepihak di bawah tekanan AS.
Poin Potensial Perjanjian dan Situasi di Lapangan
Berdasarkan laporan dari Financial Times, selain mengenai jalur logistik laut, kerangka kerja kesepakatan potensial ini kabarnya juga akan mengatur beberapa poin strategis berikut:
-
Isu Nuklir: Penyusunan kembali kerangka kerja baru untuk kelanjutan pembicaraan program nuklir Iran.
-
Kelonggaran Fiskal: Pelonggaran sejumlah sanksi ekonomi dari AS terhadap Teheran.
-
Pencairan Aset: Pembukaan blokir atas aset-aset luar negeri milik Iran yang selama ini dibekukan.
Gencatan senjata yang rapuh sebenarnya telah diberlakukan sejak 8 April 2026. Namun, situasi di lapangan tetap tegang dan kerap diselingi oleh bentrokan militer skala kecil ketika armada laut kedua negara saling berebut pengaruh di kawasan Selat Hormuz.
Info Detak.co | Minggu, 24 Mei 2026 
