Bank Jakarta Hadirkan Wajah Baru Layanan Digital
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo | Foto: ist

JAKARTA - Bank Jakarta memperkuat langkah transformasi digital dengan meluncurkan website baru di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8). Kehadiran platform digital terbaru ini tidak sekadar menandai perubahan alamat domain, tetapi menjadi bagian dari upaya Bank Jakarta menghadirkan pengalaman digital yang lebih modern bagi masyarakat.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan peluncuran website baru tersebut menjadi salah satu milestone dalam perjalanan transformasi Bank Jakarta. Sebelumnya, Bank Jakarta juga telah meluncurkan kartu debit Visa sebagai bagian dari pengembangan produk dan layanan perusahaan.

“Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya nama dan domainnya yang berubah, kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, website baru Bank Jakarta dirancang dengan tampilan yang lebih segar dan modern, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih mudah dan nyaman bagi pengguna.

“Tampilan baru akan lebih fresh, modern, intuitif, dan customer-centric,” katanya.

Agus menambahkan, pengembangan platform digital tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Jakarta untuk terus bertransformasi menjadi bank yang semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif. Di sisi lain, transformasi tersebut tetap diarahkan agar Bank Jakarta dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Agus, penguatan kapabilitas digital Bank Jakarta juga sejalan dengan perkembangan Jakarta yang tengah bergerak menuju kota global. Karena itu, transformasi perusahaan tidak hanya menyangkut perubahan identitas, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.

Ia menegaskan, status Bank Jakarta sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukan satu-satunya alasan masyarakat memilih menggunakan layanan perseroan.

“Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Jakarta is changing, begitu juga dengan Bank Jakarta,” tandas Agus.