
Pemasangan Sel Surya pada Desa Segoro Tambak
SURABAYA-Sebagai salah satu desa tambak utama di Kecamatan Sedati yang dikenal dan sentra budidaya bandeng dan udang, baru-baru ini desa ini melakukan langkah inovatif dengan memasang panel surya untuk menyuplai kebutuhan listrik kolam bundar. Kehadiran panel surya ini tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga menjadi simbol perubahan menuju kemandirian energi dan keberlanjutan usaha tambak di tingkat desa.
Penambahan sel surya yang dibantu oleh pembiayaan Kemendiktisaintek, Dirjen Dikti, DPPM melalui skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan ini dipergunakan untuk memenuhi pasokan listrik pada kolam bundar, tempat pemeliharaan udang, yang dimiliki oleh BUMDES Langgeng Jaya. Kolam bundar membutuhkan pasokan listrik cukup besar untuk mengoperasikan aerator, pompa air, serta peralatan pendukung lainnya. Selama ini, biaya listrik menjadi salah satu beban utama dalam operasional budidaya. Dengan adanya panel surya, para petambak kini memiliki harapan baru untuk menekan biaya tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari PLN. Bahkan, ketika terjadi pemadaman listrik, aktivitas di kolam tetap dapat berjalan karena energi disuplai langsung oleh sinar matahari yang tersimpan melalui sistem tenaga surya.
Salah satu pengelola kolam, Abdillah, menyampaikan bahwa penggunaan panel surya ini menjadi terobosan penting bagi mereka. “Dulu kami selalu khawatir kalau listrik padam karena ikan bisa mati kekurangan oksigen. Sekarang dengan tenaga surya, kolam tetap aman, biaya operasional juga lebih ringan. Kami merasa lebih tenang dalam membudidayakan udang,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa sebelumnya biaya listrik bisa menggerus sebagian besar keuntungan, terutama pada musim panen ketika kebutuhan aerasi meningkat. Dengan panel surya, biaya tersebut dapat ditekan, sementara kualitas air di kolam tetap terjaga secara konsisten. Kondisi ini pada akhirnya mendukung tingkat kelangsungan hidup ikan yang lebih baik dan produktivitas yang meningkat.
Kepala Desa Segoro Tambak, Hj. Anik Mahmudah, S.AP, M.M, menegaskan bahwa program ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal peningkatan kesadaran green energy oleh masyarakat desa. “Kami ingin menunjukkan bahwa desa juga bisa mandiri energi. Panel surya di kolam bundar ini adalah langkah awal. Harapannya, warga bisa melihat bahwa kita sudah mulai menjaga lingkungan sejak sekarang,” katanya dengan penuh optimisme. Pemasangan panel surya di Desa Segoro Tambak membawa manfaat ekologis. Pemanfaatan energi terbarukan ini secara langsung mengurangi emisi karbon dan mendukung gerakan global menuju energi bersih. Desa yang berada di pesisir ini kini bisa menjadi contoh nyata bahwa inovasi hijau tidak hanya berkembang di perkotaan, tetapi juga dapat tumbuh dari desa dengan semangat gotong royong dan visi berkelanjutan.
Dampak lain yang tidak kalah penting adalah peluang Desa Segoro Tambak untuk menjadi pusat edukasi dan inspirasi. Kolam bundar bertenaga surya dapat dijadikan sarana pembelajaran bagi petambak dari daerah lain, mahasiswa, maupun komunitas lingkungan yang ingin mempelajari penerapan teknologi ramah lingkungan dalam dunia perikanan. Dengan begitu, desa ini tidak hanya mengembangkan sektor ekonomi lokal, tetapi juga membuka diri sebagai ruang berbagi pengetahuan tentang energi terbarukan.
Pemasangan panel surya ini menjadi tonggak baru bagi masyarakat Segoro Tambak yang menunjukkan bahwa kemandirian energi dapat diwujudkan dengan memanfaatkan potensi alam yang tersedia. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa budidaya ikan tidak hanya bisa menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga mampu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ke depan, Desa Segoro Tambak diharapkan dapat terus mengembangkan teknologi serupa dan menjadi salah satu pionir desa mandiri energi di sektor perikanan Indonesia.
Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Sulistyo Emantoko Dwi Putra, Suyanto, Slamet Winardi dan Theresia Desy Askitosari merancang sistem sel surya bekerja dengan dimulai dari panel surya yang menangkap energi matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik arus searah (DC). Energi listrik ini kemudian dialirkan menuju kontroler untuk mengatur aliran listrik agar stabil dan mencegah kerusakan pada sistem penyimpanan.
Selanjutnya, energi listrik dari kontroler disalurkan ke baterai. Baterai berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi sehingga listrik tetap tersedia meskipun tidak ada sinar matahari, misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung. Energi yang tersimpan dalam baterai berbentuk arus searah (DC).
Untuk dapat digunakan oleh peralatan kolam bundar yang umumnya membutuhkan arus bolak-balik (AC), energi dari baterai diteruskan ke inverter. Inverter berfungsi mengubah arus DC menjadi arus AC yang sesuai dengan kebutuhan operasional peralatan tambak, seperti pompa aerasi, sirkulasi air, atau perangkat monitoring.
Dari inverter, listrik akhirnya dialirkan langsung ke kolam bundar sebagai sumber energi. Dengan sistem ini, kolam budidaya dapat beroperasi secara berkelanjutan tanpa harus bergantung penuh pada listrik PLN, sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.