
Foto: Beritajakarta
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta melalui unit Pelayanan Kesehatan Gawat Darurat Terpadu (PK3D) menyiagakan layanan ambulans di beberapa titik aksi penyampaian aspirasi massa, Jumat (29/8).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat apabila terjadi kegawatdaruratan medis selama aksi.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, pihaknya melalui PK3D melaksanakan dukungan kesehatan dengan melakukan standby medis dalam kegiatan ini.
"Ini sebagai bentuk kesigapan dalam penanganan kegawatdaruratan maupun evakuasi medis,” ungkapnya.
Ani menjabarkan titik standby ambulans PK3D meliputi enam lokasi utama. Di kawasan Monas, unit akan berjaga di sekitar Patung Kuda, Gambir, Sarinah, Harmoni, dan Kwitang.
Sementara di sekitar Gedung DPR/MPR, ambulans ditempatkan di GBK Pintu 10, depan Gedung DPR/MPR, Palmerah Pejompongan, Kolong Slipi, Gedung BPK, dan Tomang.
Selain itu, ambulans juga tersedia di kawasan Tugu Tani, Salemba, Gatot Subroto, serta arah Cempaka Putih.
Selain menyiagakan ambulans, jelas Ani, pihaknya juga memastikan Puskesmas dengan layanan 24 jam serta seluruh rumah sakit rujukan tetap beroperasi penuh.
Ia berharap, dengan adanya dukungan kesehatan ini, pelaksanaan unjuk rasa dapat berjalan aman dan kondusif, serta tetap menjaga kesehatan baik peserta aksi maupun aparat yang bertugas di lapangan.
“Dengan penyebaran di berbagai titik tersebut, diharapkan penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sebagai informasi, masyarakat yang membutuhkan bantuan medis darurat dapat segera menghubungi nomor 112 atau 119 agar tim medis dapat bergerak cepat ke lokasi kejadian.