Gelar Wisuda ke-85, PCU Bangga Luluskan Para Calon Pemimpin Global: Nafira Putri Hosana Adit Pernah Mengajar di Kupang
Nafira Putri Hosana Adit, wisudawan berprestasi dari Faculty of Teacher Education PCU ini pernah mengajar para siswa SD di Kupang

SURABAYA- “Puji syukur kepada Tuhan, khususnya untuk para wisudawan, yang berhasil menyelesaikan masa studinya di PCU dengan amat baik. Only by His grace! Soli Deo Gloria,” ucap Rektor PCU (Petra Christian University), Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., dengan penuh bangga saat melepas 547 wisudawan, pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-85.

Digelar selama dua hari pada 1-2 Maret 2024 mulai pukul 09.00 WIB, di Auditorium Gedung Q kampus PCU. Hadir pula Pendeta Tracy Trinita dari GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali) Jemaat Dhyana Pura cabang Seminyak, Bali. Pendeta yang juga mantan supermodel ternama di level nasional dan internasional ini pun berpesan kepada para wisudawan untuk terus mengucap syukur kepada Tuhan, Sang pemberi hidup.

“Ini merupakan hari yang bahagia dan bersejarah, di mana perjuangan dari para wisudawan akhirnya berbuah manis. Saya percaya bahwa kalian semua punya talenta yang sudah kalian kembangkan dengan baik selama berkuliah di sini, dan ingat, Tuhan lah Sang pemberi talenta itu. Jadi marilah, meski pencapaian ini sudah diraih, tetap ingat Tuhan dan selalu berjaga-jaga agar apa yang kita kejar sebagai anak Tuhan itu tidak sama dengan apa yang duniawi kejar,” papar Tracy.

Mendengar renungan tersebut, para wisudawan pun tampak semakin bahagia dan semangat untuk melanjutkan perjuangan mereka setelah menuntaskan perjalanan di bangku kuliah ini, tentunya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Faculty of Teacher Education - Nafira Putri Hosana Adit

Wisudawan dengan IPK Tertinggi dari Faculty of Teacher Education dalam Wisuda ke-85 PCU ini berasal dari program Elementary Teacher Education. Bernama Nafira Putri Hosana Adit, ia lulus dengan IPK 3.61.

Alumni SMA Kristen Petra 4 itu mengaku bahwa selama proses kuliah di PCU, ia banyak sekali dibekali dengan skill dan kerohanian yang tinggi. Nafira merasa ia benar-benar dipersiapkan untuk lulus sebagai guru Kristen yang berpedoman pada firman Tuhan.

Beberapa hal yang menarik dari proses mengajar sebagai guru bagi Nafira adalah bagaimana memiliki kontrol diri untuk mengajar anak berkebutuhan khusus, siap secara emosional, dan memberikan penguatan positif pada anak-anak didiknya.

Menarik, saat proses pengerjaan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Bermain Peran terhadap Berpikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar”, Nafira juga sedang menjalani magang di Kupang. Perempuan yang sekarang sudah mendapat pekerjaan sebagai guru di SD Kristen Petra 13 Surabaya ini membagikan ceritanya.

“Setiap orang punya rasa malas, tapi ingat lagi kenapa sejak awal kamu ada di sini. Apakah perjuangan panjangmu itu sia-sia atau tidak, apa tujuan Tuhan menempatkan kamu di PCU? Lawan rasa malasnya, kuliah jangan hanya belajar, tapi aktif dan ikutlah organisasi atau kepanitiaan untuk menambah pengalaman. Kuliah itu nomor satu, tapi organisasi juga jangan dilupakan,” kata Nafira penuh semangat.