Gubernur Pramono Targetkan Laba Bank Jakarta Harus Lebih dari Rp 1 Triliun
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai rencana IPO Bank Jakarta sebagai langkah strategis untuk mendorong transparansi dan profesionalisme pengelolaan bank daerah.�

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai rencana IPO Bank Jakarta sebagai langkah strategis untuk mendorong transparansi dan profesionalisme pengelolaan bank daerah. 

"Kalau mau IPO, maka rekam jejaknya harus betul-betul terbuka. Sehingga ketika investor melakukan appraisal, tidak ada yang disembunyikan,” tegas Pramono.

Ia bahkan menilai target laba Rp 1 triliun seharusnya bisa dilampaui, mengingat besarnya dana yang dikelola Bank Jakarta. 

“Dana yang dikelola itu besar sekali. Kalau untungnya cuma Rp 1 triliun, ya biasa-biasa saja, enggak istimewa,” ujarnya.

Pramono juga menekankan pentingnya penguatan budaya korporasi, efisiensi, dan kepercayaan publik sebagai fondasi utama menuju IPO.

"Kata kunci dunia usaha itu trust. Kalau kepercayaan sudah terbentuk, nasabah Bank Jakarta bukan lagi hanya Pemprov DKI, tapi publik secara luas,” tandas dalam agenda Rapat Kerja Bank Jakarta Tahun 2026 di Ballroom 1 Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).

Dengan konsolidasi kinerja dan penguatan tata kelola pada 2026, Bank Jakarta ditargetkan mampu melantai di bursa dan bertransformasi menjadi bank daerah yang kompetitif, transparan, serta dipercaya investor dan masyarakat.