Jakarta Bersolek, Kabel Semrawut Mulai Dipindahkan ke Bawah Tanah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merapikan jaringan kabel udara yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan.

Dalam penataan SJUT, kabel-kabel yang sebelumnya berada di atas dipindahkan ke jaringan utilitas bawah tanah. Langkah tersebut dilakukan mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas.

“Merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” ujar Pramono.

Pemprov DKI menargetkan penataan jaringan utilitas dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Selain melalui Dinas Bina Marga, Pemprov DKI menggandeng badan usaha swasta untuk menangani jaringan kabel yang membentang di sepanjang sekitar 6.500 kilometer.

Pramono menilai keterlibatan sektor swasta penting agar proses penataan dapat dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, pembangunan jaringan utilitas bawah tanah juga memiliki potensi bisnis sehingga dapat menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan di Jakarta.

“Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga dan juga bekerja sama dengan badan usaha-badan usaha yang ada, yang tentunya adalah swasta, ingin melakukan penanganan, penyelesaian, merapikan kabel-kabel yang ada di atas menjadi turun ke bawah,” kata Pramono.

Ia menambahkan, kabel yang saat ini berada di udara terdiri atas jaringan komunikasi dan listrik. Untuk ruas Jalan Dr. Soepomo, kabel jaringan komunikasi telah dipindahkan ke bawah tanah. Sementara itu, pemindahan kabel listrik masih membutuhkan waktu karena prosesnya lebih kompleks.

“Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” ujarnya.

Pramono telah meminta Dinas Bina Marga bersama badan usaha milik daerah (BUMD) menyusun perencanaan penataan jaringan utilitas yang lebih strategis dan berjangka panjang.

Ia menargetkan proses pemindahan kabel udara ke bawah tanah dapat diselesaikan dalam waktu lima tahun. Penataan tersebut diharapkan tidak hanya membuat jaringan utilitas lebih tertib, tetapi juga mengubah tampilan Jakarta menjadi lebih rapi.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran Rp90 miliar untuk pembangunan SJUT sepanjang 16,9 kilometer yang tersebar di 10 ruas jalan.

Sepuluh ruas tersebut meliputi Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Dr. Soepomo, Jalan KH Abdullah Syafei, Jalan Dr. Saharjo, Jalan Pemuda, Jalan Otista, Jalan Tebet Barat Dalam Raya, Jalan Matraman Raya, dan Jalan Jatinegara.

“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah Rp90 miliar, sepanjang 16,9 kilometer,” kata Heru.

Untuk penataan SJUT di Jalan Dr. Soepomo, Tebet, pengerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Dinas Bina Marga juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan meminimalkan dampak pekerjaan terhadap kemacetan di sekitar lokasi proyek.