.jpg)
Ilustrasi | Foto: istimewa
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA hingga Selasa (8/9).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kebijakan tersebut diambil karena meskipun intensitas abu vulkanik yang menyelimuti Jakarta mulai berkurang, sejumlah wilayah masih mengalami hujan abu.
Menurut Pramono, kondisi tersebut membuat Pemprov DKI membutuhkan tambahan waktu satu hari untuk memastikan kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung dengan aman.
"Di beberapa daerah masih ada (abu vulkanik), dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ ini sampai dengan besok. Sehingga dengan demikian, PJJ di Jakarta sampai dengan besok," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9).
Perpanjangan PJJ tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai pedoman bagi satuan pendidikan.
Di sisi lain, Pemprov DKI tidak menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Para ASN tetap menjalankan aktivitas kedinasan seperti biasa di kantor.
Pramono menyampaikan, kondisi Jakarta yang mulai membaik menjadi pertimbangan pemerintah untuk tidak memperpanjang kebijakan kerja dari rumah bagi ASN. Meski demikian, seluruh pegawai diminta tetap menerapkan protokol kesehatan, termasuk menggunakan masker.
"Karena kondisinya sudah membaik, jadi besok ASN, hari ini kan sebenarnya juga diatur untuk masuk seperti biasa, hanya kami meminta untuk memakai masker. Jadi dengan demikian, untuk ASN tidak ada rencana baru untuk besok, yang ada hanya untuk PJJ-nya saja," tandas Pramono.
Info Detak.co | Selasa, 08 September 2026 
