Pramono Dorong Jakarta Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat utama ekosistem perkopian Indonesia. Potensi tersebut dinilai semakin besar seiring kekayaan varietas kopi Nusantara dan berkembangnya industri hilir kopi di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).

Pramono mengatakan Jakarta memiliki posisi strategis untuk menjadi simpul yang mempertemukan berbagai sektor dalam ekosistem kopi, mulai dari produsen hingga pelaku industri hilir.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia,” ujar Pramono.

Menurut dia, kekayaan varietas kopi yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia merupakan potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan. Keberagaman karakter dan cita rasa kopi Nusantara juga menjadi keunggulan yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sejumlah kopi khas daerah, seperti Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing, menjadi contoh kekayaan kopi Indonesia yang memiliki karakter berbeda-beda.

Pramono menilai keberagaman tersebut merupakan modal penting untuk membangun daya saing industri kopi nasional.

“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang sangat beragam dan kaya karakter,” tuturnya.

Di sisi lain, pertumbuhan industri kopi di Jakarta terus ditopang oleh menjamurnya kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan gaya konsumsi masyarakat. Saat ini, tercatat hampir 193.000 pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut.

Pramono menyebut perubahan perilaku konsumen, terutama di kalangan generasi muda, turut menciptakan budaya baru dalam menikmati kopi.

“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Jakarta turut menjadi fondasi bagi pengembangan industri kopi. Jakarta memberikan kontribusi sebesar 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan tingkat inflasi yang relatif rendah, yakni sekitar 2,5 persen.

Dengan potensi tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang untuk mendukung penyelenggaraan berbagai agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta.

Pramono bahkan mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk kembali membawa ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.

“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya,” ujar Pramono.

ICX Jadi Penghubung Industri Kopi

Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 menjadi wadah pertemuan pelaku industri kopi sekaligus etalase perkembangan jenama dan talenta kopi nasional. Setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan, penyelenggaraan di Jakarta memperluas ruang pertemuan antara pelaku usaha dari berbagai sektor.

Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120 stan, dengan sedikitnya 75 jenama terkurasi. Selain pameran, ICX Jakarta 2026 juga diisi kompetisi barista tingkat regional dan sejumlah diskusi yang melibatkan pelaku industri kopi.

Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa mengatakan ICX diarahkan menjadi platform yang mempertemukan seluruh mata rantai industri kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Menurut Daryanto, penyelenggaraan ICX di Jakarta juga diharapkan dapat memperluas koneksi industri kopi Indonesia dengan pasar internasional.

“Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta,” kata Daryanto.