Pramono Kaji Usulan Penyesuaian Tarif Masuk Taman Margasatwa Ragunan
Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jakarta, 25 Desember 2024. Foto: Ilham Balindra

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempertimbangkan usulan penyesuaian tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi Rp10 ribu.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan mengenai usulan tersebut akan ditetapkan dalam waktu dekat. Menurutnya, tarif masuk Ragunan saat ini tergolong sangat rendah jika dibandingkan dengan kebun binatang yang berada di sejumlah ibu kota negara lain.

"Segera akan memutuskan," ujar Pramono di Gedung PMI DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Pramono menjelaskan, usulan penyesuaian tarif tidak hanya disampaikan oleh pengelola Taman Margasatwa Ragunan, tetapi juga mendapat masukan dari masyarakat.

Penyesuaian tarif dinilai perlu dipertimbangkan dengan melihat kebutuhan biaya pemeliharaan satwa, flora, serta berbagai fasilitas di kawasan Ragunan. Biaya perawatan tersebut, kata dia, cukup besar sehingga perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tarif tiket masuk.

"Meminta untuk itu karena harganya terlalu murah, sementara perawatan untuk hewan, fauna, flora, dan sebagainya juga cukup tinggi," katanya.

Di sisi lain, jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan terus mengalami peningkatan. Salah satu faktor yang turut mendorong kunjungan adalah penerapan kegiatan wisata Ragunan pada malam hari.

Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa usulan penyesuaian tarif masuk menjadi Rp10 ribu masih dalam tahap pertimbangan dan belum diputuskan secara resmi.

"Ragunan ini kebun binatang yang ada di ibu kota di dunia itu paling rendah. Sehingga kami mempertimbangkan untuk penyesuaian tetapi belum diputuskan, saya segera akan memutuskan," tuturnya.