
Foto: istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kenaikan harga cabai yang sempat terjadi di Jakarta tidak akan memberikan tekanan berarti terhadap inflasi. Menurutnya, harga komoditas tersebut kini mulai kembali ke level normal.
Pramono mengatakan, meski sempat terjadi kenaikan harga, kondisi tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu stabilitas inflasi di Jakarta.
"Memang betul ada kenaikan sedikit, tetapi saya yakin tidak akan mengganggu inflasi yang ada," kata Pramono saat meninjau kondisi pangan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/9).
Ia menuturkan, Pemprov DKI Jakarta memiliki sejumlah infrastruktur dan sistem pemantauan pangan yang mendukung upaya menjaga ketahanan pangan di Ibu Kota. Pemantauan dilakukan secara rutin terhadap harga berbagai kebutuhan pokok, khususnya komoditas yang pergerakan harganya cenderung fluktuatif.
"Jakarta itu harian kami memonitor seluruh harga-harga yang ada, terutama yang sensitif terhadap perubahan. Dan untuk cabai sekarang harganya sudah relatif normal kembali," ujarnya.
Menurut Pramono, kestabilan pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga harga pangan tetap terkendali. Karena itu, Pemprov DKI melalui dinas terkait terus memastikan ketersediaan bahan pangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sejumlah komoditas menjadi perhatian utama, di antaranya beras, daging, dan cabai. Pemerintah juga mengantisipasi potensi peningkatan permintaan yang biasanya terjadi menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Pramono berharap berbagai langkah pemantauan dan penguatan pasokan tersebut dapat menjaga harga pangan sekaligus mempertahankan inflasi Jakarta tetap terkendali.
"Mudah-mudahan ini bisa tertangani dengan baik," tandasnya.
Info Detak.co | Selasa, 15 September 2026 
