Program Pertukaran Budaya Antara Sekolah Xin Zhong, Indonesia, dan Cedar Girls Secondary School Singapura

Pada Hari Rabu, 6 Maret 2024, SMP Xin Zhong kedatangan tamu dari Cedar Girls’ Secondary School (CGSS), Singapura. Tamu ini terdiri dari 2 orang guru, Dr. Nuraini Ismail dan Bapak Felix Suresh, beserta 8 orang siswi. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk saling bertukar pikiran tentang budaya Tionghoa di Indonesia dan Singapura, serta menampilkan kerjasama para siswa di bidang budaya.

Dua minggu sebelum kunjungan ini berlangsung, pihak SMP Xin Zhong dan CGSS telah mengadakan pertemuan secara daring untuk membahas tentang kegiatan yang akan mereka lakukan terkait budaya Tionghoa di negara masing-masing sebelum mereka mempresentasikan hasil kegiatan tersebut saat kunjungan.

“Anak-anak kami bawa mengunjungi Kelenteng Sanggar Agung, Masjid Cheng Ho, dan daerah Kapasan Dalam.” Ujar Ibu Arum, koordinator Mata Pelajaran Perspektif Global di SMP Xin Zhong. “Di sana anak-anak belajar banyak tentang pengaruh budaya Tionghoa di kehidupan Masyarakat Surabaya.”

Pada saat kunjungan berlangsung, dilakukan acara bincang-bincang, di mana ada 3 orang penyaji dari SMP Xin Zhong dan 3 orang dari CGSS. Menarik untuk disimak ketika para penyaji dari SMP Xin Zhong mengikutsertakan fakta bahwa sebagian besar Masyakarat Indonesia keturunan Tionghoa tidak bisa berbahasa Tionghoa akibat kebijakan di masa Orde Baru. Sementara, di tahun 1966, Singapura justru memberlakukan aturan untuk warganegaranya menguasai setidaknya 2 bahasa.

Selesai acara bincang-bincang, siswa-siswi kedua sekolah ini berlatih kesenian. Hasil latihan bersama selama 45 menit tersebut kemudian ditampilkan di depan teman-temannya.

“Sungguh luar biasa! Mereka berlatih bersama hanya dalam kurun waktu 45 menit dan bisa menampilkan pertunjukkan singkat seperti ini” Ujar Ibu Evanthe, Kepala Sekolah SMP Xin Zhong setelah menyaksikan permainan alat musik tradisional dari Tiongkok, gu zheng, oleh 4 orang siswa/ i kedua belah sekolah yang memainkan lagu “Yamko Rambe Yamko.”

Acara kemudian ditutup dengan Pelajaran Bahasa Indonesia bagi para siswi dari CGSS. “Kami sedikit paham Bahasa Indonesia karena mirip dengan Bahasa Melayu.” Ujar Dr. Nuraini Ismail.

“Terima kasih untuk kegiatan hari ini!” Pungkas Dr. Nuraini Ismail saat acara penutupan. “Kami menunggu kedatangan kalian ke sekolah kami.”

“Kami akan membawa lulusan SD kami untuk mengunjungi CGSS di Bulan Juni nanti!” Ujar Ibu Syanne, Kepala Litbang Sekolah Xin Zhong. “Oh ya, Direktur Eksekutif dari Singapore Centre for Chinese Language juga akan mengunjungi Xin Zhong dalam waktu dekat. Sekolah kami terus berusaha untuk mengembangkan diri dengan berkolaborasi dengan banyak pihak.”