
Foto: istimewa
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai usulan DPRD DKI Jakarta untuk menguji pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) dua kali dalam sepekan selama tiga bulan menarik untuk dikaji.
Menurut Rano, pelaksanaan CFD tambahan berpotensi memberikan dampak positif terhadap upaya pengurangan emisi. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan aktivitas masyarakat, khususnya pada hari kerja.
“Sebetulnya itu usul yang menarik, karena pasti menurunkan emisi. Cuma ada pertimbangan, kalau Minggu itu pasti gampang, tapi Sabtu mungkin masih ada operasional ke kantor,” ujar Rano, Rabu (23/9).
Ia mengatakan, rencana tersebut perlu dibahas dan dikaji secara menyeluruh agar pelaksanaannya tidak mengganggu mobilitas maupun aktivitas masyarakat di Jakarta.
Rano menyebut pemerintah perlu melihat berbagai aspek sebelum menentukan waktu dan mekanisme pelaksanaan CFD tambahan. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan kebijakan pengendalian emisi tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.
Di sisi lain, Rano mengungkapkan bahwa dirinya sebelumnya juga pernah mengusulkan konsep Car Free Night. Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca.
Ia mencontohkan kegiatan Earth Hour yang dilakukan dengan memadamkan lampu di sejumlah gedung sebagai bagian dari kampanye penghematan energi dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebetulnya enggak susah. Ini kan sebetulnya enggak lama, sama seperti Car Free Day jam 05.30 sampai 09.00,” kata Rano.
Menurutnya, berbagai alternatif kebijakan untuk mengurangi emisi perlu terus dibahas dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat Jakarta.
Info Detak.co | Kamis, 24 September 2026 
