Soal Jalur Sepeda, Pramono: Saya Harus Hati-hati Mengambil Keputusan
Pesepeda memacu kecepatannya di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (9/5/2021). Foto: Antara

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung belum mengambil keputusan terkait kelanjutan jalur sepeda di Ibu Kota. Ia mengaku perlu mempertimbangkan berbagai masukan sebelum menentukan kebijakan tersebut.

Wacana mengenai jalur sepeda mencuat setelah muncul usulan agar fasilitas tersebut ditutup karena dinilai tidak digunakan sebagaimana mestinya dan justru kerap dilalui pengendara sepeda motor.

Pramono mengatakan terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat mengenai keberadaan jalur sepeda. Komunitas pesepeda, termasuk Bike to Work, mendorong agar jalur tersebut tetap dipertahankan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai jalur sepeda lebih sering digunakan pengendara motor.

"Saya akan segera memutuskan untuk hal tersebut. Memang ada usulan, kalau usulannya dari komunitas sepeda, salah satunya Bike to Work, mereka sebenarnya meminta itu dipertahankan. Tapi usulan dari masyarakat, dari publik, merasa bahwa jalur itu lebih banyak digunakan seperti yang kamu sampaikan, menggunakan motor," kata Pramono di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).

Menurut Pramono, keputusan terkait jalur sepeda harus diambil secara hati-hati. Terlebih, ia sendiri dikenal sebagai pesepeda yang rutin menggunakan sepeda setiap pekan.

"Pasti teman-teman tahu saya ini pesepeda banget. Setiap minggu pasti saya bersepeda sehingga dalam keputusan ini saya juga harus hati-hati," ujarnya.

Pramono menjelaskan dirinya biasanya bersepeda menggunakan jenis road bike pada hari libur, khususnya Sabtu pagi. Ia menyebut aktivitas bersepeda tidak lagi dilakukan di luar waktu tersebut.

Ia pun ingin memastikan kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kesan bahwa keputusan tersebut dipengaruhi oleh kegemarannya bersepeda.

"Hati-hatinya kenapa? Supaya tidak terkesan bahwa karena saya hobi bersepeda, enggak mau menggunakan jalur itu karena memang cara saya bersepeda menggunakan road bike, dan itu biasanya hari libur atau hari Sabtu pagi," jelasnya.

"Di luar itu saya sekarang udah enggak pernah sepedaan lagi. Jadi akan saya putuskan kemudian mengenai hal tersebut," lanjut Pramono.

Sebelumnya, sejumlah jalur sepeda di Jakarta menjadi sorotan karena dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu persoalan yang muncul adalah penggunaan jalur tersebut oleh pengendara sepeda motor.

Pemprov DKI Jakarta akan mempertimbangkan aspirasi dari berbagai pihak sebelum menentukan arah kebijakan jalur sepeda. Pemerintah daerah juga perlu memastikan keputusan yang diambil dapat mengakomodasi kebutuhan pesepeda sekaligus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan penggunaan ruang jalan di Jakarta.

Pramono menegaskan keputusan mengenai keberadaan jalur sepeda akan disampaikan setelah seluruh pertimbangan selesai dilakukan.

"Jadi akan saya putuskan kemudian mengenai hal tersebut," pungkasnya.