Stasiun Karet Ditutup, Penumpang Keluhkan Jarak Jalan Kaki ke Stasiun BNI City
Foto: istimewa

JAKARTA - Penutupan Stasiun Karet mulai dirasakan pengguna KRL pada hari pertama pemberlakuannya, Selasa (1/9/2026). Sejumlah penumpang mengeluhkan jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki untuk berpindah dari Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City maupun sebaliknya.

Para penumpang harus berjalan sekitar 450 meter melalui selasar penghubung kedua stasiun. Bagi sebagian pengguna, terutama mereka yang membawa barang, lanjut usia, maupun memiliki keterbatasan fisik, jarak tersebut dinilai cukup melelahkan.

Salah seorang pengguna KRL, Abdul, mengaku kesulitan menempuh perjalanan tersebut karena harus membawa barang dagangan. Ia mengatakan kondisi itu membuat perjalanan menuju atau dari Stasiun BNI City terasa lebih berat.

"Kalau bagi saya saat ini sih sulit. Terasa agak sulit sih karena kan bawa barang," ujar Abdul saat ditemui di kawasan Karet, Selasa (1/9/2026).

Keluhan serupa disampaikan Lisa (43), pengguna KRL yang setiap hari bepergian dengan kereta untuk berbelanja. Menurutnya, perpindahan dari Stasiun Karet ke BNI City cukup menyulitkan ketika penumpang membawa barang belanjaan.

Lisa juga menyoroti kebutuhan fasilitas yang lebih ramah bagi kelompok lanjut usia dan pengguna yang membawa barang dalam jumlah banyak.

"Itu yang harus dipikirkan tuh kayak lansia mungkin gitu ya, terus yang kedua orang yang ke pasar beli barang buat dibawa pulang itu nggak akan sanggup kata saya mah. Capek, bawa diri aja udah capek," tutur Lisa.

Meski demikian, Lisa menilai Stasiun BNI City memiliki sejumlah kelebihan. Menurut dia, area stasiun tersebut terasa lebih luas dan nyaman dibandingkan Stasiun Karet.

Ia berharap pengelola menambah fasilitas pendukung di jalur penghubung kedua stasiun, terutama untuk meningkatkan kenyamanan penumpang saat berjalan pada malam hari.

"Terus kalau malam, itu kayaknya belum siap lampu-lampunya ya di samping itu. Itu sih kalau saya lihat. Kalau secara keseluruhan sih memang sebenarnya lebih nyaman sih," katanya.

Sementara itu, Sariya (58) mengatakan perjalanan dari Stasiun BNI City menuju Karet kini membutuhkan waktu lebih panjang. Sebagai pensiunan yang cukup sering menggunakan KRL, ia memilih berjalan dengan santai agar tidak terlalu kelelahan.

"Waktunya lebih lama, cuman kayaknya sih harus nyantai dikit gitu. Kalau yang buru-buru sih susah. Kalau saya kan orang pensiunan, jadi saya jadi lebih santai santai gitu kan," ujar Sariya.

Penumpang lainnya, Masrunah (60), bahkan mengaku mengalami rasa sakit pada kaki setelah berjalan dari Stasiun BNI City menuju kawasan Karet.

"Ya capek. Capek, kaki juga lagi sakit ini habis jalan," ucapnya.

Stasiun Karet resmi berhenti melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL mulai 1 September 2026. Seluruh layanan penumpang yang sebelumnya menggunakan Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun BNI City.

Dengan kebijakan tersebut, penumpang yang tetap ingin menuju kawasan Karet harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari Stasiun BNI City. Jarak antara kedua stasiun sekitar 450 meter melalui selasar penghubung yang sebagian sudah dilengkapi kanopi.

Perubahan pola perjalanan tersebut membuat kenyamanan akses pejalan kaki menjadi salah satu perhatian pengguna KRL, khususnya bagi penumpang lanjut usia dan mereka yang membawa barang bawaan.