Transjakarta Buka Suara soal Penumpang Diturunkan karena Bau Badan
Foto: ist

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan penjelasan terkait tindakan petugas yang meminta seorang penumpang turun dari bus di Halte Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (3/8). Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari penumpang lain mengenai dugaan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan di dalam bus.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia mengatakan petugas di lapangan bertindak berdasarkan laporan yang diterima saat kejadian.

"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Petugas kami bergerak di lapangan berdasarkan laporan pelanggan lain di lokasi karena adanya bau yang sangat menyengat," ujar Ayu dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).

Menurut Ayu, petugas terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada penumpang tersebut sebelum akhirnya meminta yang bersangkutan turun dari bus.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, penumpang tersebut diduga merupakan tunawisma. Transjakarta kemudian berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan penumpang tersebut mendapatkan penanganan dan bantuan yang sesuai.

"Transjakarta berkoordinasi dengan Dinas Sosial terkait keberadaan pelanggan tersebut agar dapat memperoleh penanganan dan bantuan yang tepat," kata Ayu.

Transjakarta menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi internal untuk memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) pelayanan. Perusahaan juga berkomitmen meningkatkan pelatihan bagi petugas agar dapat menjaga kenyamanan pengguna layanan sekaligus tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang petugas meminta penumpang turun dari bus di Halte Transjakarta Kampung Melayu viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, petugas terdengar meminta penumpang tersebut turun dengan alasan adanya keluhan dari pelanggan lain.

"Turun pak, nanti komplain dari yang lain. Mohon maaf ya," ujar petugas dalam video tersebut.

Video itu kemudian menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian masyarakat menyoroti cara petugas menangani situasi tersebut dan menilai pendekatan yang dilakukan perlu lebih memperhatikan sisi kemanusiaan.