5 Abad Jakarta, Bank Jakarta-Persija Targetkan Prestasi dan Kebanggaan
Foto: ist

JAKARTA - Bank Jakarta memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Persija Jakarta. Kemitraan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kerja sama sponsorship, tetapi menjadi upaya mempertemukan dua ekosistem besar yang tumbuh dan membawa identitas yang sama, yakni Jakarta.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, Persija dan Bank Jakarta memiliki keterikatan yang kuat dengan ibu kota. Persija membawa nama Jakarta melalui sepak bola, sementara Bank Jakarta merepresentasikan Jakarta melalui layanan perbankan dan ekosistem ekonomi kota.

“Persija membawa nama Jakarta di dada. Bank Jakarta membawa nama Jakarta dalam identitas kami. Kita lahir dan tumbuh bersama di kota yang sama dan membawa satu nama, yaitu Jakarta,” ujar Agus, Senin (10/8).

Menurut Agus, besarnya basis pendukung Persija melalui The Jakmania menjadi potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat lebih luas. Karena itu, Bank Jakarta ingin menggeser pola kerja sama dari sekadar sponsorship menjadi partnership yang menghadirkan pengalaman dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut dinilai semakin relevan seiring perubahan yang tengah berlangsung di tubuh Persija memasuki musim baru. Selain mendatangkan sejumlah pemain anyar, Persija kini berada di bawah kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong.

Agus melihat semangat pembaruan yang dibawa Persija memiliki kesamaan dengan proses transformasi yang sedang dijalankan Bank Jakarta. Filosofi permainan yang cepat, agresif, dinamis, berani mengambil peluang, serta mengedepankan kekompakan tim dinilai sejalan dengan nilai yang ingin dibangun di lingkungan Bank Jakarta.

“Kami tertarik dengan filosofi coach Shin Tae-yong, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim,” tuturnya.

Kesamaan semangat tersebut, lanjut Agus, tercermin melalui berbagai pembaruan yang dilakukan kedua institusi.

“New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta,” ucapnya.

Menurut Agus, transformasi Bank Jakarta dan pembaruan Persija diharapkan dapat berjalan beriringan dan menghasilkan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat Jakarta. Momentum tersebut menjadi semakin penting karena Jakarta tengah menuju perayaan 500 tahun.

“Mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas, Bank Jakarta juga,” katanya.

Lebih jauh, Agus mengungkapkan adanya harapan besar yang diyakini menjadi impian bersama para pendukung Persija, yakni membawa kembali gelar juara ke Jakarta.

Menurutnya, keberhasilan Persija meraih gelar juara bertepatan dengan momentum lima abad Jakarta akan memiliki arti khusus bagi warga ibu kota.

“Ada satu target yang mungkin tidak tertulis di kontrak dengan Persija, tetapi saya yakin seluruh Jakmania punya target yang sama. Persija mesti juara. Apalagi Jakarta sedang menuju momentum bersejarah lima abad. Kalau Persija bisa mempersembahkan gelar pada momentum itu, itu akan menjadi hadiah yang sempurna untuk Jakarta,” tandas Agus.

Kolaborasi Bank Jakarta dan Persija diharapkan tidak berhenti pada aspek komersial, tetapi berkembang menjadi sinergi yang mampu memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus membawa semangat baru bagi Jakarta melalui olahraga, layanan keuangan, dan berbagai aktivitas yang melibatkan ekosistem kota.