Ada Kerumunan Orang, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Hanya Sampai Palmerah
Ilustrasi | Foto: istimewa

JAKARTA - Perjalanan Commuter Line pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung masih mengalami gangguan hingga Jumat (28/8/2026) pagi. Gangguan dipicu adanya kerumunan warga di sekitar jalur rel antara Stasiun Palmerah dan Tanah Abang.

Kondisi tersebut menyebabkan perjalanan kereta berpotensi mengalami keterlambatan. KAI Commuter juga melakukan penyesuaian pola operasi dengan mempertimbangkan situasi di lintasan.

Kerumunan warga di sekitar jalur rel tersebut diketahui muncul sejak Kamis (27/8/2026) malam, setelah berlangsungnya aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI.

KRL Rangkasbitung Belum Bisa Melintas ke Tanah Abang

KAI Commuter menyatakan hingga pukul 05.30 WIB, perjalanan Commuter Line Rangkasbitung belum dapat melewati JPL 41 yang berada di antara Stasiun Palmerah dan Tanah Abang.

Untuk sementara, perjalanan KRL menuju Tanah Abang hanya dilayani hingga Stasiun Palmerah. Setelah tiba di stasiun tersebut, kereta kemudian berbalik arah untuk melanjutkan perjalanan menuju Serpong, Parung Panjang, hingga Rangkasbitung.

Hal serupa berlaku bagi perjalanan dari Tanah Abang. KRL belum dapat melanjutkan perjalanan melewati Palmerah menuju wilayah Serpong hingga Rangkasbitung.

KAI Commuter menerapkan sejumlah penyesuaian perjalanan pada lintas Green Line sebagai dampak gangguan di jalur Palmerah-Tanah Abang.

Berikut pola perjalanan sementara:

  • Parung Panjang-Tanah Abang: perjalanan hanya sampai Stasiun Palmerah, kemudian kereta kembali menuju arah Parung Panjang.

  • Serpong-Tanah Abang: perjalanan hanya sampai Stasiun Palmerah dan selanjutnya kembali ke arah Serpong.

  • Rangkasbitung-Tanah Abang: perjalanan hanya sampai Stasiun Palmerah, kemudian kembali menuju Rangkasbitung.

Sampai Jumat pagi, KAI Commuter belum menyampaikan waktu pasti pemulihan perjalanan KRL hingga kembali normal.

KAI Commuter mengimbau pengguna jasa untuk memahami penyesuaian perjalanan tersebut dan meminta maaf atas gangguan serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan.