
Foto: istimewa
SERANG - Abu vulkanik tipis dampak erupsi Gunung Anak Krakatau mulai teramati di wilayah pesisir Banten, khususnya di sekitar Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (5/9) malam.
Kepala Pos PGA Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono, mengatakan material vulkanik tersebut terbawa embusan angin yang bergerak ke arah timur. Kondisi itu menyebabkan abu vulkanik mencapai kawasan pesisir Banten.
"Untuk kondisi saat ini di Pos Pasauran sudah terdampak abu vulkanik yang sangat tipis sekali. Abu ini tergantung dari arah angin, jadi kemungkinan besar anginnya ke arah timur sehingga terbawa ke pesisir Banten," kata Deni di Serang, Sabtu malam.
Menurut dia, luas wilayah yang terdampak sebaran abu sangat dipengaruhi perubahan arah dan kecepatan angin. Hingga Sabtu malam, endapan abu yang teramati di sekitar pos pemantauan masih dalam intensitas sangat tipis.
Di sisi lain, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 20.40 WIB, aktivitas vulkanik terlihat dari cahaya merah di sekitar kawah yang disertai kilatan petir.
Erupsi juga menimbulkan suara gemuruh dan dentuman yang terdengar dari Pos PGA Pasauran. Getaran akibat aktivitas tersebut turut dirasakan di dalam bangunan pos pemantauan, termasuk pada pintu, kaca jendela, dan lemari.
Deni mengatakan kondisi tersebut belum menunjukkan adanya peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Gunung api tersebut masih berstatus Level III (Siaga).
Ia mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
"Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah," tegas Deni.
Info Detak.co | Minggu, 06 September 2026 
