Banjir Bandang Terjang Solok, 1 Warga Meninggal dan 1 Masih Dicari
Warga berada di antara material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Banjir bandang yang menerjang kawasan perkantoran di pusat kabupaten pada Senin (21/9/2026) malam itu juga memutus akses jalan nasional dan men

SOLOK - Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam. Bencana tersebut menyebabkan satu warga meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana hingga Selasa (22/9) pukul 18.45 WIB. Selain korban meninggal dan warga yang masih dicari, satu orang dilaporkan mengalami luka berat dan tiga lainnya mengalami luka ringan.

"Perkembangan data hingga Selasa (22/9), pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (22/9/2026).

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Dampaknya, sebanyak sembilan keluarga atau 32 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Dari sisi kerusakan, sekitar 100 rumah terdampak banjir bandang. Sejumlah fasilitas pemerintahan juga mengalami kerusakan, terdiri atas dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor mengalami rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak.

Bencana tersebut juga menyebabkan satu jembatan di jalur utama Arosuka putus. Sementara itu, kondisi lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan. Sebanyak 21 mobil dan tujuh sepeda motor juga dilaporkan terdampak.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Solok dan BPBD Provinsi Sumatera Barat hingga kini masih melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan. Petugas juga membersihkan material lumpur yang menutup sejumlah ruas jalan.

Pada Selasa pagi, tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang sungai untuk mencari keberadaan warga yang masih dalam pencarian.

Selain operasi pencarian dan penanganan dampak bencana, bantuan logistik mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak. UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa bantuan berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, serta 20 dus air mineral.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus mempercepat proses penanganan pascabencana, termasuk pencarian korban, pembersihan material banjir, pendataan kerusakan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.