
Foto: istimewa
JAKARTA - Kebakaran yang melanda Apartemen Pavilion di kawasan Jalan Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil dipadamkan. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menduga kebakaran bermula dari gangguan pada instalasi kelistrikan.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan dugaan tersebut masih harus dipastikan melalui proses penyelidikan. Namun, berdasarkan temuan awal di lokasi, api diduga berkaitan dengan kabel panel listrik.
“Ya, kemungkinan, kemungkinan gitu ya, nanti dalam proses penyelidikan gitu ya, tetapi kemungkinan besar terkait dengan fenomena kelistrikan,” ujar Bayu di lokasi kejadian, Jumat (4/9/2026).
Menurut Bayu, area panel listrik berada di dalam shaft atau cerobong vertikal yang menghubungkan bagian atas hingga bawah gedung. Kondisi tersebut memungkinkan asap bergerak dari lantai bawah menuju lantai atas.
“Ini kan sebenarnya cerobong ya, shaft itu kan kabel, itu kan seperti cerobong, jadi dari mulai lantai atas ke bawah itu memang connect,” katanya.
Petugas kemudian melakukan penyisiran secara bertahap di setiap lantai untuk memastikan kondisi penghuni sekaligus mencari titik terdampak. Berdasarkan pemeriksaan awal, sumber kebakaran diduga berada di sekitar lantai 4 atau 5.
“Sampai di atas. Karena kan sifat asap itu kan dari bawah ke atas ya. Jadi kami mengevakuasi lantai per lantai sampai dengan saat ini masih kami lakukan,” ujar Bayu.
33 Penghuni Dievakuasi
Dalam proses penanganan, petugas mengerahkan tiga unit Bronto Skylift untuk membantu mengevakuasi penghuni dari gedung.
Sebanyak 33 orang berhasil dievakuasi, terdiri dari 31 warga negara Indonesia (WNI) dan dua warga negara asing (WNA).
Bayu menjelaskan proses evakuasi menggunakan Bronto Skylift dilakukan secara bertahap karena kapasitas keranjang terbatas. Setiap pengangkutan dapat membawa maksimal empat penghuni selain satu operator.
“Kami menurunkan tiga unit Bronto. Nah, karena unit kami ini butuh waktu ya untuk evacuate, sementara keranjang kami ini, ini kan kapasitasnya untuk 5 orang. Satu operator jadi kami angkat paling maksimal 4 orang dari atas ke bawah,” jelasnya.
Dua unit Bronto digunakan untuk proses evakuasi, sementara satu unit lainnya disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila dibutuhkan.
Proses evakuasi juga mempertimbangkan kondisi penghuni yang harus turun dari lantai tinggi. Petugas memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, termasuk lansia dan bayi.
Bayu memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua lansia bahkan dievakuasi dari lantai 23.
“Jadi ada dua lansia yang betul-betul kami perhatikan, kami evacuate dari lantai 23,” katanya.
Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Triyanto menyampaikan dugaan awal yang sama. Menurut dia, titik awal kebakaran berada di ruang panel listrik.
“Kronologi kejadian, ruang panel listrik di lantai 5,” ujar Triyanto.
Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Gulkarmat DKI Jakarta mengerahkan 28 unit mobil pompa dan 140 personel. Laporan kebakaran diterima pada pukul 11.23 WIB, sementara proses pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB.
Petugas berhasil mengendalikan api pada pukul 13.36 WIB sehingga kebakaran tidak meluas ke area lain. Setelah api terkendali, petugas melanjutkan proses penyiraman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Operasi pemadaman dan penanganan di lokasi akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 16.55 WIB.
Proses penanganan berlangsung cukup lama karena petugas harus melakukan pendinginan sekaligus memastikan seluruh penghuni telah dievakuasi dari gedung dengan aman.
Info Detak.co | Sabtu, 05 September 2026 
