Danseskoau: Perang Modern Tuntut Integrasi Multi-Domain TNI AU
Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau), Jorry S. Koloay.

JAKARTA - Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau), Jorry S. Koloay, menegaskan bahwa karakter peperangan modern telah mengalami perubahan mendasar. Ancaman kini tidak lagi terbatas pada satu matra, melainkan mencakup domain darat, laut, udara, siber, hingga ruang angkasa secara bersamaan.

Dalam sambutannya pada Lokakarya Perwira Siswa Angkatan ke-64 Tahun Pendidikan 2026 di Lembang, Jawa Barat, ia menekankan bahwa transformasi yang dibutuhkan bukan sekadar modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga perubahan pola pikir dan strategi. Menurutnya, TNI Angkatan Udara harus mampu mengintegrasikan seluruh domain operasi secara terpadu guna menciptakan keunggulan strategis nasional.

Jorry menjelaskan konsep multidomain operations (MDO) yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang menitikberatkan pada integrasi dan sinkronisasi lintas domain. Ia menilai sinergi antara unsur militer, regulator navigasi udara, dan industri teknologi pertahanan menjadi kunci menghadapi perang modern berbasis teknologi tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya interoperabilitas sistem, integrasi komando dan kendali, serta penguasaan teknologi sebagai faktor utama keberhasilan operasi multidomain. Dalam forum tersebut, ia berharap para perwira siswa dapat menghasilkan gagasan strategis dan aplikatif yang mendukung pengembangan TNI AU ke depan.

Lokakarya ini menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur militer, regulator penerbangan, dan industri pertahanan, serta diikuti 100 perwira siswa dari TNI AU, TNI AL, TNI AD, Polri, dan perwira negara sahabat. Seskoau kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan strategis dalam mencetak pemimpin TNI AU yang adaptif dan visioner.