
Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdana Hardjo Baswara (kanan) dan Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozak (kiri).
JOMBANG – Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) merealisasikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dengan menyerahkan 3.000 Al-Qur'an, 3.000 kalender, serta ribuan goodie bag untuk para peserta muktamar atau muktamirin.
Dukungan tersebut disampaikan langsung Wakil Ketua Umum YANMU Syahdana Hardjo Baswara saat bersilaturahmi atau sowan kepada Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozak, di Jombang, Jawa Timur.
Penyerahan ribuan Al-Qur'an itu menjadi salah satu bentuk dukungan YANMU terhadap forum tertinggi organisasi NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Syahdana mengatakan, suvenir berupa Al-Qur'an memiliki makna tersendiri bagi para muktamirin. Menurut dia, dukungan tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap penyelenggaraan muktamar, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat yang dapat terus digunakan setelah forum selesai.
"Baru kali ini selama muktamar NU dapat suvenir Al-Qur'an," kata Syahdana, dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/8/2026).
Selain Al-Qur'an, YANMU juga menyiapkan 3.000 kalender dan goodie bag yang akan dibagikan kepada para peserta Muktamar ke-35 NU.
Syahdana menyatakan, keterlibatan YANMU dalam mendukung Muktamar NU merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus memperkuat hubungan dengan pesantren dan lingkungan Nahdlatul Ulama.
Menurut dia, dukungan terhadap pesantren akan terus menjadi perhatian YANMU, termasuk melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan yang selama ini telah dijalankan.
YANMU, kata Syahdana, juga berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap program ambulanisasi yang selama ini telah berjalan bersama PBNU dan sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kegiatan kemanusiaan YANMU dalam memperluas akses layanan kesehatan dan membantu kebutuhan masyarakat maupun lingkungan pesantren dalam menghadapi kondisi darurat.
Sebelumnya, YANMU telah menjalankan perjalanan kemanusiaan dengan menyerahkan sejumlah ambulans kepada PBNU, tokoh masyarakat, dan pondok pesantren di Jawa Tengah serta Jawa Timur pada awal Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, YANMU menyerahkan ambulans kepada PBNU dan sejumlah pesantren, antara lain Pesantren Al Anwar 1 dan Al Anwar 2 Sarang, Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pesantren Lirboyo, hingga Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Penyerahan ambulans kepada sejumlah pesantren itu dimaksudkan untuk mendukung layanan kesehatan, penanganan keadaan darurat, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta pelayanan kemanusiaan di lingkungan pesantren.
Kini, dukungan YANMU berlanjut menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Berbeda dengan kegiatan ambulanisasi sebelumnya, kali ini perhatian diberikan langsung kepada para peserta yang akan mengikuti agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Kehadiran Syahdana bersama jajaran YANMU menemui Gus Rozak sekaligus menjadi penegasan dukungan yayasan terhadap kesiapan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
Dengan 3.000 Al-Qur'an, 3.000 kalender, dan goodie bag yang disiapkan, YANMU berharap para muktamirin dapat membawa pulang sesuatu yang tidak hanya bersifat seremonial.
Bagi YANMU, dukungan terhadap Muktamar ke-35 NU juga menjadi bagian dari ikatan silaturahmi yang selama ini telah dibangun dengan PBNU dan kalangan pesantren.
YANMU merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan keagamaan. Melalui berbagai program yang dijalankan, yayasan tersebut terus memberikan dukungan kepada pesantren dan kegiatan kemanusiaan.
Komitmen tersebut, menurut Syahdana, akan terus dilanjutkan, termasuk dalam mendukung pesantren dan program ambulanisasi PBNU.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, dukungan dari berbagai pihak pun mulai mengalir ke Jombang. YANMU memilih mengambil bagian dengan memberikan ribuan Al-Qur'an, kalender, dan goodie bag yang akan menjadi suvenir bagi para muktamirin.
Bagi Syahdana, Al-Qur'an yang diserahkan kepada peserta memiliki nilai lebih dari sekadar cendera mata.
"Baru kali ini selama muktamar NU dapat suvenir Al-Qur'an," ujar Syahdana.
Info Detak.co | Senin, 24 Agustus 2026 
