Dunia Pendakian Berduka, Nirmal Purja Meninggal dalam Bencana Longsor Gunung Salju
Dunia pendakian berduka setelah pendaki gunung ternama asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia bersama sembilan pendaki lainnya akibat longsor salju saat menjalankan ekspedisi di Gunung Broad Peak, Pakistan.

JAKARTA - Dunia pendakian berduka setelah pendaki gunung ternama asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia bersama sembilan pendaki lainnya akibat longsor salju saat menjalankan ekspedisi di Gunung Broad Peak, Pakistan.

Tragedi tersebut terjadi pada Kamis (30/7/2026) ketika rombongan yang dipimpin Purja tengah melakukan pendakian di Broad Peak, gunung dengan ketinggian 8.051 meter yang menjadi salah satu puncak tertinggi di dunia.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh perusahaan ekspedisi Elite Exped melalui pernyataan resmi di media sosial. Setelah rombongan dilaporkan hilang akibat longsoran salju, tim penyelamat Pakistan segera melakukan operasi pencarian di lokasi kejadian.

Proses evakuasi menghadapi kendala akibat kondisi cuaca buruk dan medan yang sulit dijangkau. Hingga Sabtu, tim penyelamat berhasil menemukan sejumlah jenazah korban. Pemerintah Gilgit-Baltistan kemudian mengidentifikasi beberapa korban, di antaranya pendaki Nepal Pur Bahadur Gurung, pendaki Oman Nadhira Al Harthy, dan pendaki asal Amerika Serikat Mallory Geis.

Nirmal Purja dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam dunia pendakian internasional. Namanya mendunia setelah berhasil mencatat rekor menaklukkan 14 gunung tertinggi di dunia dalam waktu 189 hari pada 2019.

Perjalanan tersebut kemudian diangkat dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible, yang semakin memperkenalkan kiprah Purja kepada publik global.

Sebelum menjadi pendaki profesional, Purja merupakan mantan prajurit Nepal yang pernah bertugas di Angkatan Darat Britania Raya. Latar belakang militernya turut membentuk reputasinya sebagai pendaki dengan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Purja dan para pendaki lainnya. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai kehilangan besar dan mengapresiasi keberanian serta dedikasi para korban yang telah menginspirasi banyak orang di dunia pendakian.

Tragedi di Broad Peak kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko ekspedisi di pegunungan tertinggi dunia. Kondisi alam yang ekstrem, cuaca yang cepat berubah, serta medan yang berbahaya menjadi tantangan besar yang harus dihadapi para pendaki dalam upaya mencapai puncak.